Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 April 2018 | 03:24 WIB
 

Leg II Perempatfinal Liga Champions Eropa

De Rossi dan Manolas dari Pesakitan Jadi Pahlawan

Oleh : Arif Budiwinarto | Rabu, 11 April 2018 | 11:12 WIB
De Rossi dan Manolas dari Pesakitan Jadi Pahlawan
(Foto: football-italia)

INILAHCOM, Roma - Daniele De Rossi dan Kostas Manolas menjadi pahlawan lolosnya AS Roma ke semifinal. Mereka mampu menebus dua gol bunuh diri di leg pertama.

Roma menelan kekalahan telak 1-4 atas Barca di leg pertama perempatfinal Liga Champions Eropa. Dua dari empat gol Los Blaugrana adalah hasil gol bunuh diri De Rossi dan Manolas. Sedangkan dua gol lainnya dicetak Luis Suarez dan Gerard Pique. Il Lupi membawa pulang satu gol berkat aksi Edin Dzeko.

Di leg kedua, Roma yang ganti menjamu Barca di Stadion Olimpico, Rabu (11/4/2018) dini hari WIB, membuat kejutan dengan melakukan comeback dengan skor 3-0.

Dzeko membuka keunggulan Serigala Ibukota di babak pertama untuk menjadikan agregat 2-4. Di paruh kedua, Roma menambah gol di menit ke-58 lewat penalti De Rossi setelah Pique melanggar Dzeko di area penalti. Agregat menjadi 3-4.

Saat laga memasuki menit ke-82 Manolas tampil sebagai pahlawan Roma. Menyambut sepak pojok Cengiz Under sundulan kepala pemain kebangsaan Yunani mengarah ke sisi kanan gawang Barca yang membuat kiper Marc-Andre Ter Stegen.

Gol tersebut menjadikan skor akhir 3-0 bagi kemenangan Roma sekaligus meloloskan mereka ke semifinal berkat produktifitas gol tandang setelah agregat imbang 4-4.

"Saya menyadari gol bunuh diri di leg pertama menjadi pembicaraan orang banyak, tetapi saya memilih bermain dengan keberanian dan menempatkan diri saya di sana dengan resiko membuat gol bunuh diri daripada pada hanya bermain aman. Saya harus bertarung dan memberikan segalanya untuk para pemain ini," kata De Rossi kepada Mediasport Premium.

Bagi AS Roma, ini merupakan kali pertama mereka mampu melaju jauh hingga semifinal sejak kompetisi ini berubah format menjadi Liga Champions Eropa pada 1992-93.

"Tentunya ini merupakan salah satu hari paling membahagiakan dalam karier saya di Roma. Saya terharu melihat fans sebelum pertandingan dan saya bilang ke rekan-rekan setim, 'jika mereka yakin, kita tidak boleh tidak melakukan hal yang sama'. Hal terburuk yang bisa terjadi adalah tidak lolos, itu yang terburuk, tapi yang terbaik," ia memungkasi.

Sumber: Football-Italia

Komentar

 
Embed Widget

x