Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Mei 2018 | 22:55 WIB
 

Piala FA 2017-18

MU Layak di Final Tapi Tetap Saja Bakal Dikritik

Oleh : Arif Budiwinarto | Minggu, 22 April 2018 | 04:09 WIB
MU Layak di Final Tapi Tetap Saja Bakal Dikritik
(Foto: Gettyimages)

INILAHCOM, London - Manchester United melaju ke final Piala FA usai mengalahkan Tottenham Hotspur. Jose Mourinho menyebut United memang layak menang dari Spurs karena tampil lebih baik di babak kedua.

Memainkan laga semifinal Piala FA di Wembley Stadium, Sabtu (21/4/2018) malam WIB, United bermain di bawah tekanan Spurs sejak awal babak pertama.

Dele Alli membawa The Lily White unggul terlebih dulu di menit ke-11 usai menerima umpan terukur Christian Eriksen. United yang mengandalkan serangan balik mampu menyamakan skor di menit ke-24 berkat gol sundulan Alexis Sanchez memanfaatkan umpan lambung Paul Pogba.

Di babak kedua, permainan MU lebih agresif. Setan Merah mampu berbalik unggul setelah Ander Herrera membobol gawang Michel Vorm di menit ke-62 meneruskan sodoran Romelu Lukaku.

"Kami layak menang. Kami kehilangan kontrol setelah tertinggal 1-0. Di saat turun minum kami saling bicara," ujar Mou kepada BBC.

"Kami mampu membalikkan kedudukan di babak kedua karena kami saling berkomunikasi dan mengendalikan diri kami," ia melanjutkan.

MU mencatatkan rekor baru sebagai tim Liga Premier Inggris paling banyak melaju ke final trofi domestik yaitu 29 kali.

Lolos ke final, MU berpeluang besar menutup musim dengan raihan satu trofi setelah gagal di Piala Liga Inggri, Liga Premier Inggris serta Liga Champions Eropa.

Kendati demikian, Mou menyadari raihan Piala FA tidak cukup untuk membungkam kritikan yang terus mengalir terkait capaian United di bawah asuhannya.

"Kami seharusnya bertanya kepada diri sendiri kenapa terlalu banyak kritikan kepada kami? Kami bisa finis di posisi dua dengan enam poin lagi."

"Untuk melakukan hal tersebut dengan menghadapi banyak tim fantastis akan menjadi sebuah pencapaian bagi klub yag tidak bisa dilakukan tiap musim."

"Dan ini menjadi final keempat dari tiga tahun. Jadi, mungkin saja masih terlalu banyak kritikan," pungkas pria Portugal.

Komentar

 
Embed Widget

x