Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Juni 2018 | 00:15 WIB
 

PSSI dan DFB Mulai Implementasikan Kerja Sama

Oleh : - | Kamis, 24 Mei 2018 | 10:12 WIB
PSSI dan DFB Mulai Implementasikan Kerja Sama
(Foto: pssi.org)

INILAHCOM, Jakarta - PSSI dan federasi sepak bola Jerman (DFB-Deutscher Fussball Bund) mulai mengimplementasikan kerja sama Sport for Development.

Dalam kerja sama tersebut, banyak pihak yang dilibatkan, seperti FIFA, AFC, FFA (Federasi Sepak Bola Australia-Football Federation Australia), dan GIZ (Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit). PSSI pun menyertakan Asprov dalam kegiatan ini.

Implementasi awal yakni dengan diadakannya workshop di Hotel Sultan, Jakarta, mulai 23 hingga 25 Mei 2018. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari seminar sebelumnya yang pernah diselenggarakan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) di kantor DFB, Frankfurt, Jerman pada tanggal 27-29 Maret 2018.

PSSI saat itu diwakili oleh Sekretaris Jenderal Ratu Tisha Destria, Deputi Sekjen Bidang Bisnis serta Marketing Marsal Masita, dan Direktur Teknik Danurwindo. Pada kesempatan itu, DFB melalui Sekjennya, dr Friedrich Curtius menyambut baik kehadiran PSSI.

Di Indonesia, mereka semua akan fokus membahas pengembangan kurikulum olah raga, khususnya sepak bola. Hari pertama akan ada kegiatan pengenalan tentang Sport For Development dengan objektif memperkenalkan peserta pada metode Sport for Development (teori dan praktek), mengumpulkan komponen kunci dan struktur bentuk metode rencana Sport for Development.

"Kita ingin mengembangkan kurikulum sepak bola dan mengambil ilmu dari Jerman serta Australia. Jerman merupakan juara dunia di gelaran piala dunia sebelumnya dan Australia pernah menjadi juara piala AFC. Mereka membantu kita melalui misinya ini yang disebut Sport for Development," ujar Tisha, di laman resmi PSSI.

"Hal terpentingnya adalah mereka ini datang kesini bertujuan membuat instruktur pelatih dari Indonesia untuk pengembangan elite football yang dasarnya adalah pembangunan karakter dan kepribadian diri. Terutama di lisensi kursus D lisensi," tambahnya.

"Ke depannya nanti akan ada Pilot Project di Maluku dan Jatim. Kami membutuhkan banyak pelatih-pelatih baru yang berkualitas di dua daerah itu. Kerja sama akan dimulai bulan September dan Juni 2019," tandasnya.

Hari kedua kegiatan berlanjut dengan isi materi kunci mengenai peran instruktur untuk desain dan peluncuran sertifikat Sport for Development sepak bola. Dimana akan ada presentasi dengan konten komponen kunci kepelatihan.

Di hari terakhir kegiatan diisi dengan pembahasan ulang materi mengenai rencana manajemen proyek dan test. Ada juga peran dan tanggung jawab pelatih dalam Sport for Development juga ada penutupan dan finalisasi langkah selanjutnya.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x