Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 17:04 WIB
 

Beda Inter dan Milan Soal Wacana Renovasi San Siro

Oleh : Arif Budiwinarto | Sabtu, 2 Juni 2018 | 02:11 WIB
Beda Inter dan Milan Soal Wacana Renovasi San Siro
(Foto: football-italia)

INILAHCOM, Milan - Inter dan AC Milan punya pandangan berbeda mengenai wacana renovasi Stadion Giuseppe Meazza. Wali Kota Milan menilai Inter punya manajemen klub yang lebih baik dari saudara tuanya.

Milan terlebih dulu memakai stadion yang terletak di Distrik San Siro sebagai kandang pada 1926 sedangkan Inter di tahun 1947.

Status Stadion berkapasitas 80 ribu tempat duduk itu berada di bawah kepemilikan dan dioperasikan oleh Dewan Kota Milan. Artinya, baik Inter maupun Milan menumpang dan harus berbagi keuntungan dari hasil penjualan tiket pertandingan.

Sejak tahun 2016, Dewan Kota Milan melalui Wali Kota, Giuseppe Sala, sempat memunculkan wacana untuk merenovasi Stadion San Siro. Selain menambah kapasitas penonton, San Siro Baru juga diharapkan bisa menjadi opsi destinasi turisme di kota Milan.

"Kami butuh San Siro yang berbeda dari hari ini, sebuah stadion yang lebih menarik dan menarik wisatawan setiap pekan serta di hari pertandingan," ujar orang nomor satu di Kota Milan.

Sala menjelaskan dewan kota sudah bertemu dengan perwakilan Inter dan Milan membahas wacana tersebut. Namun, I Rossoneri punya rencana mandiri membangun stadion sendiri berdekatan dengan lokasi Casa Milan.

Pertimbangannya, I Rossoneri melihat kesuksesan Juventus bisa mengelola pemasukan sepenuhnya dari kepemilikan stadion pribadi.

"Saya sudah mencoba meyakinkan kedua tim untuk memberikan bantuan finansial dalam rencana tersebut bersama Dewan Kota. Inter meresponnya dengan positif, sedangkan Milan hanya ingin membuat stadion sendiri," lanjut walikota.

"Anda bisa melihat dengan jelas Inter memiliki manajemen yang solid, sedangkan situasi di Milan lebih sulit," pungkasnya.

Milan masuk dalam investigasi UEFA terkait neraca keuangan mereka sepanjang musim 2017-18. Il Diavolo Rosso diduga melanggar aturan Financial Fair Play (FFP). Jika terbukti pelanggarannya, Milan yang finis di peringkat enam terancam sanksi besar termasuk dilarang tampil di Liga Europa musim depan.

Sumber: Football-Italia

Komentar

 
Embed Widget

x