Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 16 November 2018 | 08:37 WIB

Semifinal Piala Dunia 2018

Belgia Kalah, Fakta Klasik Piala Dunia Berlanjut

Oleh : Arif Budiwinarto | Rabu, 11 Juli 2018 | 19:15 WIB

Berita Terkait

Belgia Kalah, Fakta Klasik Piala Dunia Berlanjut
(Foto: gettyimages)

INILAHCOM, Jakarta - Kegagalan Belgia melangkah ke final Piala Dunia 2018 semakin memperpanjang catatan klasik sejak pertama kali Piala Dunia digelar.

Langkah Belgia harus terhenti di babak semifinal setelah dikalahkan Prancis 0-1 di St. Petersburg Stadium, Rabu (11/7/2018) dini hari WIB. Generasi Emas Belgia harus mengubur impian mereka bisa tampil di partai puncak Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Pun demikian dengan Roberto Martinez, ia pun dipastikan gagal mencatatkan namanya dalam sejarah baru Piala Dunia sebagai pelatih asing pertama yang bisa mengantarkan timnas bukan negara kelahirannya menjuarai gelaran terakbar sepakbola dunia tersebut.

Martinez merupakan juru taktik berkebangsaan Spanyol. Ia ditugaskan menangani timnas Belgia sejak 3 Agustus 2016 menggantikan Marc Wilmots yang gagal di Piala Eropa 2016.

Sejak Piala Dunia pertama kali digelar pada 1930, negara-negara yang pernah meraih gelar juara selalu diasuh oleh pelatih lokal. Alberto Supici menjadi pelatih pertama yang mampu mengantarkan negaranya, Uruguay, meraih gelar juara di tahun 1930. Terakhir, Joachim Low mengantarkan Jerman meraih trofi Piala Dunia 2014.

Artinya, di Piala Dunia 2018 ini, catatan klasik tersebut masih akan bertahan. Pasalnya, dua tim yang akan jumpa di final kesemuanya dilatih juru taktik lokal. Prancis, yang memastikan diri ke final, dilatih Didier Deschamps yang juga pernah mengantarkan negaranya jadi kampiun Piala Dunia 1998 sebagai pemain.

Di laga semifinal lainnya, Inggris yang dilatih mantan pemain timnasnya, Gareth Southgate, akan berhadapan dengan Kroasia yang diasuh Zlatko Dalic di Luzhniki Stadium, Kamis (12/7/2018) dini hari WIB.

Khusus Dalic, ia lahir di Yugoslavia pada 26 Oktober 1966. Namun, ia kini berkewarganegaraan Kroasia setelah Yugoslavia runtuh di awal 90-an.

Komentar

Embed Widget
x