Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Juli 2018 | 00:41 WIB

Jelang Semifinal Piala Dunia 2018

Jumpa Kroasia, Senjata Andalan Inggris Melempem?

Oleh : Arif Budiwinarto | Rabu, 11 Juli 2018 | 22:14 WIB
Jumpa Kroasia, Senjata Andalan Inggris Melempem?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Inggris akan menghadapi tim kuda hitam, Kroasia, di semifinal Piala Dunia 2018. Mampukah senjata andalan Inggris meruntuhkan tembok pertahanan Kroasia?

Inggris dan Kroasia akan saling mengalahkan di Luzhniki Stadium, Kamis (12/7/2018) dini hari WIB. Ini menjadi perjumpaan perdana kedua negara di ajang Piala Dunia. Pemenang laga ini akan berhadapan dengan Prancis di babak final.

Sejauh ini, Kroasia belum terkalahkan di waktu normal. Dari lima pertandingan yang sudah dimainkan, skuad asuhan Zlatko Dalic membukukan tiga kemenangan di fase grup, serta dua kali hasil imbang di waktu normal saat jumpa Denmark di 16 besar (1-1) serta ditahan imbang Rusia (2-2).

Sedangkan Inggris sudah menelan satu kekalahan dari Belgia (1-0) di fase grup, sekali imbang melawan Kolombia (1-1) di babak 16 besar, serta tiga kemenangan termasuk mengalahkan Swedia 2-0 di babak perempatfinal.

Bila melihat produktifitas gol, Inggris lebih unggul dari Kroasia. Tim Tiga Singa sudah mengemas 11 gol sejauh ini, sedangkan Kroasia mencetak sembilan gol.

Yang menarik dari Inggris adalah mereka punya senjata andalan dari situasi bola-bola mati baik sepak pojok, tendangan bebas, maupun sepakan penalti. Delapan dari 11 gol berawal dari situasi set-piece, termasuk gol sundulan Harry Maguire ke gawang Swedia meneruskan sepak pojok Ashley Young.

Kemampuan pemain-pemain Inggris dalam memaksimalkan situasi bola mati akan diuji ketangguhan barisan bertahan Kroasia yang memiliki pemain berpostur tinggi dan tangguh dalam duel bola atas. Dari catatan FIFA, rata-rata pemain Kroasia punya tinggi 186,4 cm.

Dari empat gol yang bersarang ke gawang Daniejl Subasic ada dua yang berawal dari situasi bola mati. Pertama, saat gawang Kroasia kemasukan dari titik penalti saat menang 2-1 dari Islandia di fase grup. Kemudian Kroasia ditahan imbang Rusia 2-2 di extra time lewat sundulan Mario Fernandes yang meneruskan bola kiriman sepak pojok.

Selebihnya, gawang Kroasia kemasukan gol dari sepakan jarak jauh winger Rusia, Denis Cheryshev, serta gol jarak dekat pemain Denmark, Mathias Joergensen, memanfaatkan kemelut di depan gawang Subasic.

Bila melihat fakta tersebut, Inggris diprediksi bakal kesulitan jika menerapkan permainan bola umpan silang langsung ke area penalti Kroasia. opsi alternatifnya, Gareth Southgate bisa menginstruksikan anak asuhnya untuk memanfaatkan second ball karena Inggris punya pemain dengan akurasi tendangan jarak jauh cukup oke seperti Raheem Sterling, Marcus Rashford, Eric Dier sampai Harry Kane.

Menarik untuk disaksikan seperti apa rencana permainan yang bakal diterapkan Southgate di laga tersebut.

Komentar

Embed Widget

x