Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 23:54 WIB

Tolak Madrid dan Barca Keputusan Terbaik Silva

Oleh : Arif Budiwinarto | Kamis, 13 September 2018 | 16:32 WIB

Berita Terkait

Tolak Madrid dan Barca Keputusan Terbaik Silva
(Foto: bbc)

INILAHCOM, Manchester - Delapan tahun lalu David Silva membuat keputusan berani dengan menolak Barcelona dan Real Madrid. Memilih Manchester City diakui sebagai langkah terbaik dalam kariernya.

Tampil apik bersama Valencia, nama David Silva jadi buruan banyak klub besar Eropa. Real Madrid dan Barca tertarik merekrutnya di jendela transfer awal musim 2010-11.

Saat itu, Barca tengah membutuhkan seorang gelandang serang untuk memperkuat lini serang setelah kegagalan mereka di Liga Champions Eropa 2009-10. Pun demikian dengan El Real yang berupaya membangun skuad bintang setelah mendatangkan Cristiano Ronaldo pada 2009.

Masuk dalam buruan dua klub besar Spanyol dan Eropa tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Silva. Namun, sebuah momen mengecewakan membuatnya terpaksa meninggalkan Spanyol dan memilih menerima tawaran dari Manchester City.

"City menginginkan saya. Mereka sudah menghubungi saya sejak Desember, meminta saya bergabung dan bermain bagi mereka," ujar pria kebangsaan Spanyol.

"Saya pikir, siapa yang menginginkan saya? City menginginkan saya, jadi ke sanalah saya akan pergi."

"Sebelumnya, saya tinggal bersama orang tua saya dan mereka kemudian bercerai, inilah waktu yang tepat untuk pergi jauh dari Spanyol, dan memulai pengalaman hidup baru. Hal itu membuat saya mengambil keputusan tepat," ia menambahkan.

Sembilan musim berseragam Manchester City, Silva memainkan peran penting di lini serang The Citizens. Posisinya hampir-hampir tak tergantikan meski City berganti-ganti pelatih mulai dari Roberto Mancini, Manuel Pellegrini, sampai kini ditangani Pep Guardiola.

Silva setidaknya sudah merasakan tiga gelar juara Liga Premier Inggris, satu piala FA, tiga Piala Liga Inggris, dan dua kali Community shield.

"Keputusan itu adalah titik baliknya. Sekali Anda menang, seterusnya Anda ingin terus menang dan itu bukan hal buruk. Hal serupa terjadi di timnas Spanyol, memenangkan titel pertama adalah sebuah pengubah permainan dan kami terus menang," ia memungkasi.[rza]

Sumber: BBC

Komentar

Embed Widget
x