Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 19:58 WIB

Soal Sanksi Komdis PSSI, Ini Tanggapan Arema FC

Oleh : Reza Adi Surya | Jumat, 12 Oktober 2018 | 12:08 WIB

Berita Terkait

Soal Sanksi Komdis PSSI, Ini Tanggapan Arema FC
(Foto: aremafc)

INILAHCOM, Malang - Arema FC menanggapi hasil sidang Komisi Disiplin PSSI soal sanksi yang diberikan kepada mereka atas insiden pertandingan melawan Persebaya pada 6 Oktober lalu. Menurut Arema FC, hukuman Komdis PSSI terlalu berat.

Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI, Arema FC diberi hukuman dilarang didampingi suporter di laga kandang dan tandang sampai akhir musim kompetisi 2018. Pelanggaran lainnya, yakni penyalaan flare dan pelemparan botol yang dilakukan suporter Arema FC. Atas pelanggaran ini, Arema didenda 100 juta Rupiah.

Menurut CEO Arema FC Iwan Budianto, secara prinsip pihaknya menerima apapun yang menjadi keputusan Komdis PSSI, kendati secara obyektif hukuman ini dirasa sangat berat bagi kelangsungan hidup klub.

"Tidak hanya bagi klub yang kehilangan dukungan dari Aremania di saat posisi Arema FC di klasemen masih berada di posisi yg mengkhawatirkan, Klub juga kehilangan pendapatan, tentu akan berpengaruh terhadap operasional kelangsungan hidupnya. Tidak hanya pemain dan official, tapi nasib karyawan juga akan terdampak," ujar Iwan, di laman resmi klub.

"Dampak yang dirasakan bagi Aremania yang tidak dapat mendampingi tim kebanggaannya, juga akan berimbas bagi pelaku usaha kecil seperti asongan, PKL yang mendapat rejeki saat pertandingan, efek lainnya yakni pada sisi kontribusi penerimaan pajak daerah yang juga akan terhambat," tambahnya.

"Dengan sanksi ini akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan pendapatan mereka. Bahkan Arema FC harus menegoisasi ulang kerja sama sponsorship dengan pihak sponsor yang selama ini sudah terjalin."

"Jangankan dihukum sampai akhir musim, Sejujurnya Arema FC ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kita siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepakbola kita," katanya.

"Kita tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter utamanya Aremania agar berubah menjadi lebih baik. Hentikan perdebatan. Tapi kita perlu bangkit bersatu untuk berubah lebih baik. Jika perlu kita harus lebih sering bertemu berdiskusi berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi dan tidak diulang ulang lagi di masa yang akan datang," tandasnya.

Komentar

x