Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 08:06 WIB

Asprov Minta Komdis PSSI Usut Dugaan Match Fixing

Oleh : Nandang Permana Sidik | Jumat, 23 November 2018 | 14:04 WIB
Asprov Minta Komdis PSSI Usut Dugaan Match Fixing
Ketua PSSI Asosiasi Provinsi (Asprov) Maluku, Sofyan Lestaluhu - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Maluku - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Komisi Disiplin (Komdis) diminta dengan segera untuk mengusut tuntas dugaan pengaturan skor yang sedang ramai dibicarakan publik sepakbola tanah air.

Desakan tersebut disampaikan Ketua PSSI Asosiasi Provinsi (Asprov) Maluku, Sofyan Lestaluhu. Menurut Sofyan, jika Komisi Disiplin PSSI tidak berrgerak menelusuri dugaan suap dan pengaturan skor, bukan hal yang mustahil perkembangan sepakbola di Tanah Air akan terhambat.

"Dalam rangka membawa PSSI yang bermartabat sudah sepantasnya kita mendorong PSSI lewat Komisi Disiplin (Komdis) untuk segera mengusut tuntas hal itu (pengaturan skor). Kita mendukung sepenuhnya upaya memberantas mafia pengaturan skor yang saat ini ramai dibicarakan," kata Sofyan Lestaluhu kepada INILAHCOM, Kamis (22/11/2018) siang.

Menurut Sofyan, jika Komisi Disiplin menemukan bukti adanya keterlibatan orang-orang yang selama ini berkecimpung di sepakbola Tanah Air, sudah sepatutnya yang bersangkutan dijatuhi hukuman berat, dengan catatan bukti-buktinya lengkap dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Bila perlu dihukum sumur hidup dilarang berkecimpung dalam sepakbola Indonesia karena mafia pengaturan skor itu sangat merugikan dan merusak persepakbolaan di Tanah Air. Jadi, dengan berpegangan pada asas praduga tak bersalah, kita mendukung Komdis untuk bekerja secara profesional tidak boleh main-main dan tanpa tekanan," ujarnya.

Lebih lanjut, Sofyan menyebut kepercayaan publik terhadap PSSI akan meningkat jika mampu menyelesaikan dugaan adanya praktik pengaturan skor di sepakbola Indonesia.

"Tidak boleh pandang bulu, siapa pun orangnya jika terbukti harus diberikan efek jera. Di saat timnas sedang terpuruk, maka isu-isu seperti ini harus segera ditelusuri. Ini bisa menghambat pembinaan usia muda yang saat ini sedang gencar dilakukan asprov-asprov di daerah," ia memungkasi.

Rumor mengenai adanya dugaan pengaturan skor (match fixing) mengemuka ke publik setelah pertandingan Aceh United melawan PSMP Mojokerto. Di pertandingan yang dimenangkan Aceh United dengan skor 3-2 itu, ada kejadian ganjil yang melibatkan pemain PSMP Mojokerto.

Pemain PSMP Mojokerto, Krisna Adi, yang maju sebagai algojo Krisna Adi terlihat dengan sengaja menendang bola menjauh dari gawang Aceh United. Padahal PSMP Mojokerto punya catatan bagus dalam tendangan penalti. Dari 50 gol yang dicetak di Liga 2 2018 hampir setengahnya dihasilkan dari sepakan 12 pas.

Isu pengaturan skor semakin memanas setelah laga Persib Bandung kalah 0-1 dari PSMS Medan yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi.[rza]

Komentar

x