Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 08:33 WIB

PSSI Tak Lanjutkan Kontrak Milla Bukan karena Gaji

Oleh : Arif Budiwinarto | Rabu, 28 November 2018 | 09:38 WIB

Berita Terkait

PSSI Tak Lanjutkan Kontrak Milla Bukan karena Gaji
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Edy Rahmayadi, menjelaskan alasan sebenarnya tidak melanjutkan kontrak dengan Luis Milla. Edy menegaskan permasalahan PSSI dengan Milla bukan karena besaran gaji.

PSSI menunjuk Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Januari 2017 menggantikan Alfred Riedl. Saat itu, pelatih asal Spanyol menyepakati kontrak berdurasi dua tahun.

Milla diproyeksikan bisa membawa Tim Merah Putih meraih medali emas di ajang SEA Games 2017. Sayang, target tersebut meleset, Indonesia hanya bisa membawa pulang medali perunggu.

Memasuki tahun 2018, Milla kembali memikul target meloloskan Indonesia hingga ke babak semifinal Asian Games 2018. Faktanya, Timnas Indonesia U-23 hanya bisa sampai babak 16 besar setelah dihentikan Uni Emirat Arab U-23 lewat babak adu penalti.

Meskipun tak ada target yang dicapai, publik menilai Milla mampu mengangkat level permainan Indonesia dengan filosofi sepakbola yang ia terapkan.

Situasi itu membuat masyarakat berharap kontrak Milla yang berakhir setelah Asian Games 2018 bisa diperpanjang oleh PSSI.

PSSI mengaku sudah beberapa kali berupaya menyodorkan kontrak baru kepada Milla yang langsung pulang kampung ke Spanyol usai gagal di Asian Games 2018. Namun, setelah beberapa kali berdiskusi, kedua belah pihak tak menemukan kata sepakat.

Rumor berkembang saat itu, Milla enggan kembali menangani Timnas Indonesia karena permasalahan gaji. PSSI diklaim masih menunggak pembayaran gaji mantan pelatih Timnas Spanyol U-21 itu.

Kabar tersebut disanggah Edy Rahmayadi. Ia mengatakan alasan utama PSSI tak melanjutkan kerjasama dengan Milla karena alasan lain.

"Banyak berita yang beredar kalau PSSI tidak sanggup membayar gaji Milla sebesar Rp30 milar per tahun, terbesar se-Asia Tenggara. Itu tidak benar, kita bisa membayar gaji dia," kata Edy dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi swasta, Selasa (27/11/2018) kemarin.

"Tapi setelah Asian Games, Milla pulang ke Spanyol karena kecewa. Kita berusaha membujuknya untuk kembali hingga tiga kali. Tapi dia tidak mau datang. Indonesia tidak bisa dikecilkan seperti itu. Untuk itu, kami akhirnya menunjuk pelatih pengganti," ia melanjutkan.

PSSI kemudian menunjuk Bima Sakti sebagai pengganti Milla hanya beberapa pekan jelang berlaga di Piala AFF 2018. Bima dinilai bisa melanjutkan pakem yang ditanamkan Milla karena pernah menjadi asistennya.

Dengan persiapan mepet, Bima kurang maksimal menyiapkan tim. Walhasil Indonesia terhenti langkahnya di fase grup dengan hanya bisa meraih satu kemenangan, sekali imbang serta dua kali kalah.

Komentar

Embed Widget
x