Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WIB

Pemain Harus Berani Lapor Jika Alami Match Fixing

Oleh : Arif Budiwinarto | Jumat, 30 November 2018 | 01:39 WIB

Berita Terkait

Pemain Harus Berani Lapor Jika Alami Match Fixing
(Foto: APPI_info)

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya pemberantasan aktivitas pengaturan skor di sepakbola nasional.

Dugaan pengaturan skor di kompetisi nasional kembali menyeruak setelah Manajer Madura FC, Januar Herwanto, mengaku pernah dihubungi salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat, agar timnya mengalah dari PSS Sleman di babak delapan besar Liga 2 2018.

"Waktu itu, dia sampai mengeluarkan angka dan menjamin bahwa Sleman akan mengalah. Mengeluarkan angka Rp 100 juta untuk saya," kata Januar dalam acara talkshow Mata Najwa bertajuk "PSSI Bisa Apa", Rabu (28/11/2018) kemarin.

"Exco itu inner circle kekuasaan di PSSI, masa bermental seperti makelar. Kasihan jabatan Exco kalau dia melakukan hal seperti itu. Masih aktif, demi persepakbolaan Indonesia saya harus menyebut nama. Namanya bapak Hidayat," dia melanjutkan.

Dalam acara tersebut juga terungkap para runner pengatur skor mengincar pemain jika jajaran manajemen sulit untuk disuap.

"Jangan bilang ke presiden klub, tidak bisa, ini sudah tidak bagus, dia naikkan ke Rp 150 juta tetap kami tolak. Sehabis itu dia mungkin kesal, dia mengancam 'saya bisa lho beli pemain kamu'. Saya jawab silakan. Artinya bisa membeli pemain Madura FC. Bagi saya itu entah gertak sambal, tapi sudah melebihi kepatutan sebagai exco," tandasnya.

Menyadari rentannya seorang pemain terlibat praktik jual beli skor, APPI meminta semua pesepakbola profesional berani buka suara jika ada pihak yang berniat melibatkan mereka dalam pengaturan skor.

Selain itu, APPI menegaskan komitmen mereka berpartisipasi aktif dalam upaya mengatasi pengaturan skor di sepakbola nasional.

"APPI menolak keras berbagai tindakan pengaturan skor karena hal ini merupakan tindakan yang merusak sportivitas dan profesionalitas olahraga sepakbola," demikian pernyataan resmi APPI.

"APPI mendukung penuh upaya penyelidikan dan penegakan dalam pengaturan skor yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang. APPI akan mengawal serta berupaya untuk memerangi tindakan pengaturan skor tersebut tanpa toleransi apapun."

"APPI mengimbau kepada seluruh pesepakbola Indonesia untuk dapat melaporkan kepada APPI jika menemukan atau mengalami adanya pengaturan skor," akhir isi pernyataan.

PSSI sebagai federasi sepakbola tertinggi Indonesia masih belum mengambil tindakan nyata, mereka masih menunggu laporan dan bukti-bukti yang mendukung adanya praktik jual beli pertandingan.[rza]


Komentar

Embed Widget
x