Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 06:26 WIB

Kenapa PSSI Belum Tindak Tegas soal Match Fixing?

Oleh : Arif Budiwinarto | Sabtu, 1 Desember 2018 | 00:06 WIB

Berita Terkait

Kenapa PSSI Belum Tindak Tegas soal Match Fixing?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) belum mengambil tindakan tegas soal dugaan pengaturan skor (match fixing). Federasi saat ini tengah mengumpulkan bukti serta melakukan proses internal.

Praktik pengaturan skor di sepakbola nasional kembali mengemuka setelah ada pernyataan dari Manajer Madura FC, Januar Hermanto, mengungkap nama anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat, yang berupaya membayar sejumlah uang agar Madura FC mengalah pada PSS Sleman di delapan besar Liga 2 108.

Selain itu, mantan pelaku pengaturan skor, Bambang Suryo, juga menyebut nama Vigit Waluyo sebagai 'pemain lama' dalam urusan jual beli pertandingan sepakbola nasional. Vigit disebut punya koneksi dengan jaringan rumah judi internasional.

Walaupun sudah ada nama yang terungkap, PSSI belum mengambil tindakan apapun, termasuk meminta pihak kepolisian memanggil nama-nama tersebut.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha, menjelaskan federasi belum melaporkan kasus tersebut karena masih menunggu proses internal yang tidak sebentar.

"Bagaimana melaporkan kepada polisi kalau persidangan di PSSI-nya saja belum selesai. Kami harus menyelesaikan persidangan di PSSI-nya. Kemudian apabila itu dibutuhkan dan itu melanggar hukum positif, dugaan melanggar hukum positif negara, kami akan laporkan pasti," kata Tisha dalam acara diskusi PSSI Pers yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018) siang WIB.

"Orang boleh saja menyebutkan nama. Tapi, dasar hukum untuk melakukan sesuatu harus kuat. Maka dari itu, proses persidangan harus ditempuh. Kalau dibilang 'Eh, maling, kemudian rekaman tak ada, dasar hukumnya tidak ada, proses persidangan belum dilalui, apakah bisa ditangkap? Kan tidak. Nah, saat ini PSSI sedang melakukan proses persidangan itu," tandasnya.

Lebih lanjut, Tisha meminta publik percaya federasi tidak berdiam diri menyikapi merebaknya dugaan pengaturan skor. Bahkan, ia menyebut federasi sebenarnya sudah mencium indikasi-indikasi praktik curang di kompetisi nasional jauh sebelum beritanya mencuat akhir-akhir ini.

"Bukan melaporkan saja, ini prosesnya sudah berjalan. Laporan itu sudah masuk sejak tiga bulan lalu, jauh sebelum hal ini dibahas ke publik. Proses persidangannya tengah berjalan. Itu di lingkup PSSI? Pasti karena saya kuasanya di PSSI," pungkasnya.

Komentar

Embed Widget
x