Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 20:10 WIB

Soal Setting Persija Juara, Apa Respons Manajemen?

Oleh : Arif Budiwinarto | Rabu, 5 Desember 2018 | 15:08 WIB

Berita Terkait

Soal Setting Persija Juara, Apa Respons Manajemen?
Direktur Persija Jakarta, Gede Widiade

INILAHCOM, Jakarta - Persija Jakarta tinggal selangkah lagi jadi kampiun Liga 1 2018. Jelang laga terakhir musim ini, muncul tudingan ada pengaturan agar Persija keluar sebagai juara. Manajemen klub menanggapi tudingan tersebut.

Persija semakin dekat ke podium juara setelah di pekan ke-33 Liga 1 2018 mengalahkan Bali United 2-1, sedangkan di pertandingan lainnya PSM Makassar bermain imbang 0-0 melawan Bhayangkara FC.

Dengan hasil tersebut, Macan Kemayoran saat ini berada di peringkat pertama dengan 59 poin, unggul satu angka dari PSM di posisi kedua. Persija perlu kemenangan untuk menutup musim 2018 dengan torehan manis sebagai juara Liga 1.

Jika melihat lawan di pekan terakhir, Persija memang lebih difavoritkan jadi juara ketimbang PSM. Skuad asuhan Stefano Cugurra Teco akan menghadapi tim papan bawah Mitra Kukar di depan publik SUGBK, Minggu (9/12/20138) malam WIB.

Sayangnya, perjalanan Persija menuju akhir kompetisi sempat diiringi tudingan yang menyebut Persija sudah diatur untuk juara musim ini.

Tak sedikit yang mengaitkan indikasinya terlihat saat Widodo C. Putro mundur dari jabatan pelatih Bali United dua hari sebelum timnya jumpa Persija.

Ditambah lagi kontroversi dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion I Wayan Dipta akhir pekan lalu, yang mana wasit tidak memberikan tambahan waktu padahal laga sempat berhenti beberapa kali.

Dugaan tersebut semakin memanas setelah mantan pemain timnas Indonesia, Rochi Putiray, dalam sebuah acara talkshow berani bertaruh Persija yang akan jadi juara.

Direktur Persija Jakarta, Gede Widiade, enggan menanggapi tudingan tersebut. Ia menilai klubnya memang layak berada di jalur kemenangan karena tampil bagus. Kalaupun ada yang mencuatkan rumor tersebut, ia menganggapnya sebagai pihak yang tak senang dengan prestasi klub asal ibu kota.

"Nabi Muhammad saja diganggu, Yesus saja diganggu, apalagi Persija yang settingan yang apa sudah biarin. Ini pesan lagi ke Jakmania, anjing menggonggong itu biasa, kalau anjing masuk rumah makan, bayar rumah makan itu yang luar biasa," kata Gede dalam jumpa pers di Balaikota Jakarta, Rabu (5/12/2018) pagi WIB.

"Jadi anjing menggonggong biarkan, Istighfar seperti yang dikatakan pak Gubernur berusaha membahagiakan masyarakat Jakarta dan pendukungmu bikin ketertiban. Insya Allah setelah tanggal 9 jam tujuh mau apa Allah SWT yang menentukan. Pak Gubernur sudah ngeset settingnya nanti, jangan dibicarakan karena mendahului kehendak Allah SW tidak boleh. Itu saja."

"Jadi kalau itu hadiah dari PSSI, hadiah dari settingan, apa itu yang tahu Allah SWT. Percuma kita bantah buat apa. Orang yang kecewa kalau diajak bicara terus pasti akan menambah kekecewaan. Kita doakan orang yang kecewa itu hilang kecewanya, mereka bisa berbahagia pada saat siapapun yang besok juara," ia memungkasi.[rza]

Komentar

Embed Widget
x