Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Januari 2019 | 05:47 WIB

Polisi Ungkap Cara Mafia Bola Atur Pertandingan

Oleh : Arif Budiwinarto | Sabtu, 29 Desember 2018 | 01:08 WIB

Berita Terkait

Polisi Ungkap Cara Mafia Bola Atur Pertandingan
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kepolisian mengungkap skema pengaturan pertandingan (match fixing) yang melibatkan para tersangka mafia bola. Seperti apa?

Dalam kurun waktu dua hari, Satgas Anti-Mafia Bola bentukan Polri sudah menangkap dan menetapkan empat orang sebagai tersangka pengaturan pertandingan (match fixing). Mereka yang ditangkap antara lain Johar Lin Eng (Ketua Asprov PSSI Jateng serta Anggota Exco PSSI), Priyatno (anggota Komisi Wasit), Anik (anak Priyatno) serta Dwi Indrianto alias Mbah Putih.

Setelah mendalami peran para tersangka, Polri mendapat gambaran jelas bagaimana sebuah hasil pertandingan diatur oleh jaringan mafia bola.

Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Argo Yuwono, menjelaskan Priyanto berperan mencari wasit yang bisa dan mudah diatur. Priyanto berkerja sesuai arahan dari Johan Lin Eng.

"Dia (Johar) menyuruh komunikasi ke P. P mantan komisi wasit. P tahu, artinya ada 35 wasit, jadi dia tahu, tidak semua wasit bisa diajak kompromi, tetapi tertentu saja yang diajak sama dia," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018).

Lebih lanjut, Argo mengatakan klub yang ingin memenangkan pertandingan bakal meminta bantuan kepada Johar. Lalu, Johar akan mengarahkan pengurus klub untuk berkomunikasi dengan Priyanto agar bisa dicarikan wasit yang bisa diajak bekerja sama.

"Jadi kalau klub sudah komunikasi dengan dia tinggal ditentukan wasitnya siapa," ia melanjutkan.

Sedangkan Anik yang merupakan mantan wasit futsal berperan sebagai asisten dari Manajer Persibara Banjarnegara, Laksmi Indrayani.

Meski berstatus sebagai asisten, Anik punya tugas mengumpulkan uang dari pelapor untuk dibagi-bagi ke sejumlah pihak yang terlibat dalam pengaturan pertandingan. Besaran uang yang diberikan kepada Anik dari 'kliennya' hingga ratusan juta.

"Dia (Anik) menerima juga uang dari pelapor, intinya setiap pertandingan mengeluarkan uang Rp 100 juta sampai Rp 200 juta. Dibagi yang terima si A, nanti dia dikirim ke P nanti ngirim ke C," ia memungkasi.

Nama Johar Lin Eng, Priyanto, Anik dan Mbah Putih mengemuka setelah ada pengakuan dari Laksmi Indrayani di acara talkshow Mata Najwa. Laksmi juga sudah melaporkan mereka ke polisi dengan tuduhan penipuan.[rza]

Komentar

Embed Widget
x