Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Februari 2019 | 13:20 WIB

Kaka Sebut Mourinho Rusak Kariernya di Madrid

Oleh : Reza Adi Surya | Senin, 31 Desember 2018 | 18:29 WIB

Berita Terkait

Kaka Sebut Mourinho Rusak Kariernya di Madrid
Kaka dan Jose Mourinho - (Foto: Skysport)

INILAHCOM, Madrid - Legenda Brasil, Kaka menuding Jose Mourinho sebagai salah satu penyebab kegagalannya saat memperkuat Real Madrid. Menurut Kaka, saat itu Mourinho tak banyak memberikan kesempatan kepadanya.

Kaka pindah ke Madrid di 2009 atau di saat pemain asal Brasil itu sedang bagus-bagusnya. El Real memboyongnya seharga 56 juta Poundsterling dan menjadikannya pemain termahal dunia. Tapi, catatan itu tak bertahan lama karena Madrid kemudian memboyong Cristiano Ronaldo.

Tapi, Kaka gagal tampil impresif saat masih memperkuat AC Milan. Dia lebih sering bergelut dengan cedera dan tampil tak konsisten. Kariernya di Santiago Bernabeu berakhir di 2013 dan memutuskan kembali ke Milan.

Menurut Kaka, salah satu penyebab kegagalannya di Madrid adalah Mourinho, karena tak memberikan kepercayaan yang cukup kepadanya.

"Masalah di Madrid adalah konsistensi. Pada awalnya karena masalah cedera. Saya memiliki masalah di bagian panggul di musim pertama. Kemudian saya memaksakan diri tampil agar bisa main di Piala Dunia 2010. Hasilnya cedera makin parah. Setelah Piala Dunia, saya absen enam bulan, kemudian Mourinho datang," ujar Kaka, dikutip dari AS.

"Masalah utama saya di Madrid adalah konsistensi. Pertama karena cedera, kemudian karena pelatih. Saya menghabiskan waktu tiga tahun berusaha meyakinkan Mourinho. Tapi saya tak bisa berbuat apa-apa karena dia yang membuat keputusan. Saya hanya berusaha bersikap profesional," tambahnya.

Meski jarang mendapat kesempatan main di bawah asuhan Mourinho, Kaka mengaku hubungannya dengan The Special One tetap baik.

"Tak ada masalah di antara kami. Saat menghadiri sebuah acara di Manchester, saya satu hotel dengannya dan kami berbincang-bincang selama dua jam. Di satu momen, kamis sering tak sependapat di Madrid. Saya pikir saya harus bermain, sementara dia sebaliknya," katanya.

"Saya tak pernah memberontak, mengancam untuk pergi, atau mengeluh pada wartawan. Saya mengatakan kepadanya: 'Ini semua keputusan Anda, tapi saya pikir Anda punya opsi lainnya karena saya bisa bermain. Kini semua terserah Anda.' Dia tak punya argumen. Saat itu, penampilan Madrid sedang bagus," ungkapnya.

"Dia mengatakan kepada saya, saya takkan bermain karena Mesut Ozil sudah mengisi posisi saya. Saya pikir saya masih bisa memberikan kontribusi. Ozil pemain hebat dan saya hanya mengatakan saya siap kapan pun dimainkan," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x