Find and Follow Us

Rabu, 24 April 2019 | 23:04 WIB

Jelang Leg Pertama Semifinal Piala Liga

Man City Vs Burton, Bagaikan Bumi dan Langit

Oleh : Reza Adi Surya | Kamis, 10 Januari 2019 | 00:01 WIB
Man City Vs Burton, Bagaikan Bumi dan Langit
(Foto: telegraph)

INILAHCOM, Manchester - Bagaikan bumi dan langit. Ungkapan itu rasanya pas disematkan pada pertandingan leg pertama semifinal Piala Liga Manchester City melawn Burton Albion. City unggul dari segala sisi.

City akan menjamu Burton Albion, Kamis (10/1/2019) di Stadion Etihad pada leg pertama semifinal Piala Liga. Perbedaan kedua tim bagaikan bumi dan langit.

The Citizens adalah klub kaya raya, memenangkan banyak gelar, pengeluaran gaji tinggi untuk pemain, punya stadion megah, dan masih banyak lagi.

Sebagai perbandingan, nilai Burton Albion menurut transfermarkt sekitar enam juta Poundsterling (108 miliar Rupiah) dengan pembelian termahal adalah saat merekrut Liam Boyce seharga 500 ribu Poundsterling (9 miliar Rupiah). City main di Liga Primer Inggris, Burton di League One (dua kasa di bawah Liga Primer Inggris) atau terpaut 51 peringkat.

Nilai skuad City lebih dari satu miliar Poundsterling (18 triliun Rupiah) dengan pemain termahal adalah Riyad Mahrez seharga 60 juta Poundsterling (1,08 miliar Rupiah). Stadion Burton, Pirelli, hanya mampu menampung 6.972 penonton. Bandingkan dengan Stadion Etihad milik City yang bisa menampung 55.097 penonton.

Rata-rata gaji pemain di City dalam satu tahun adalah enam juta Poundsterling (108 miliar Rupiah). Sementara itu, semua pemain Burton rata-rata gajinya per tahun adalah delapan juta Poundsterling. Bahkan, Burton tak sanggup membayar setengah dari gaji tahunan Kevin De Bruyne sebesar 19,1 juta Poundsterling (344 miliar Rupiah).

Pelatih Burton, Nigel Clough sadar timnya kalah dari segala sisi lawan City. Dia mengatakan, sebuah kejutan terbesar dalam sepak bola terjadi andai timnya bisa mengalahkan Manchester Biru.

"Rasanya City bagaikan mendapat bye untuk melaju ke final. Saya rasa kami tak punya peluang untuk memang. Jika kami bisa mengalahkan di dua leg melawan mereka, itu akan menjadi kejutan terbesar sepanjang sejarah," ujar Clough, dikutip dari Telegraph.

"Kami harus tetap berusaha keras dan melakukan yang terbaik, serta berharap bisa memanfaatkan peluang yang sangat kecil. Kami tahu satu pemain mereka nilai sama dengan seluruh pemain kami. Tapi Anda tak perlu mencemaskan itu," tambahnya.

Komentar

x