Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Maret 2019 | 17:33 WIB

IPW Desak Satgas Usut Dugaan Politik Uang di PSSI

Kamis, 24 Januari 2019 | 20:31 WIB

Berita Terkait

IPW Desak Satgas Usut Dugaan Politik Uang di PSSI
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak, Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola mengusut dugaan money politics (politik uang) dalam pertemuan para anggota Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan Komite Eksekutif PSSI di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Dugaan money politics dalam pertemuan PSSI ini terungkap dalam program "Mata Najwa" yang ditayangkan Trans 7, Rabu (23/1/2019" malam. Dalam acara itu, anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa mengakui adanya pertemuan PSSI di Hotel Kuningan itu.

Menurut testimoni seorang peserta pertemuan yang disamarkan nama dan suaranya, setiap peserta disodori draf mosi tidak percaya untuk menjatuhkan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi, dan setelah tanda tangan, setiap peserta disodori uang sebesar 1.000 dolar Singapura plus uang tiket pesawat Rp 4 juta yang sudah lebih dulu dibagikan.

"Ini kasus aktual. Satgas jangan hanya berkutat mengusut kasus-kasus lama, kasus baru pun harus diusut, bahkan kasus baru ini lebih mudah untuk ditemukan alat buktinya," ujar Neta, Kamis (24/1/2019).

Neta menilai, uang yang dibagikan untuk menggalang mosi tidak percaya itu termasuk money politics, bahkan bisa digolongkan sebagai bagian mafia sepak bola yang kini sedang gencar diusut Satgas Antimafia Bola.

"Itu bagian dari mafia sepak bola, sehingga sudah menjadi kewajiban satgas untuk mengusutnya," tambah Neta.

Pengusutan kasus ini bisa dimulai dengan memanggil Najwa Shihab selaku host "Mata Najwa" untuk menggali data, siapa orang yang memberikan testimoni dalam acara tersebut.

"Syaratnya, orang tersebut harus mendapat jaminan perlindungan. Satgas bisa menggandeng LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, red). Dari sini, Satgas akan mendapatkan data valid untuk melakukan pengusutan lebih lanjut," ungkap Neta.

Satgas, lanjut Neta, juga bisa memanggil para peserta pertemuan PSSI di Hotel Royal Kuningan, dan dari sana polisi bisa mendapatkan keterangan untuk bahan pengusutan.

Saat ini Satgas Antimafia Bola telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka suap match fixing atau skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola, antara lain Johar Lin Eng, Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI, dan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Hidayat, anggota Komite Eksekutif PSSI yang mengundurkan diri karena disebut terlibat match fixing, Rabu (23/1/2019), rumahnya di Surabaya digeledah satgas. Adapun Joko Driyono, yang sebelum Kongres PSSI dijadwalkan diperiksa, Kamis (24/1/2019) ini diperiksa satgas.

Komentar

x