Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 02:21 WIB

SOS: Tugas Jokdri Bukan Langgengkan Kekuasaan

Kamis, 7 Februari 2019 | 11:03 WIB
SOS: Tugas Jokdri Bukan Langgengkan Kekuasaan
Joko Driyono (Jokdri) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali menilai, tugas Plt Ketum PSSI yang kini dijabat Joko Driyono (Jokdri) adalah menggelar Kongres Luar Biasa, bukannya melanggengkan kekuasaan.

Jokdri terpilih sebagai Plt Ketum PSSI setelah Edy Rahmayadi memutuskan mundur pada Kongres PSSI di Bali, Minggu (20/1/2019) lalu.

Mantan Pangkostrad yang kini Gubernur Sumatera Utara tersebut berpesan agar Jokdri segera menggelar KLB setelah ditunjuk menjadi Plt Ketum PSSI. Edy Rahmayadi terpilih menjadi Ketua Umum PSSI pada 10 November 2016 dan akan berakhir masa jabatannya pada 2020.

"Memang tugas Plt Ketua Umum PSSI menyelenggarakan KLB, bukan menyelesaikan periode jabatan Ketua Umum, apalagi melanggengkan kekuasaan," ujar Akmal, kepada wartawan, Kamis (7/2/2019).

Menurut Akmal, selain 2/3 voters atau pemilik hak suara yang bisa mengusulkan KLB, berdasarkan ketentuan Statuta PSSI, para anggota Executive Committee (Exco) atau Komite Eksekutif PSSI bisa pula mengusulkan KLB.

Akmal menilai, saat ini PSSI sudah dalam kondisi darurat setelah sejumlah pengurusnya menjadi tersangka match fixing (skandal pengaturan skor pertandingan) seperti Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah yang juga anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng, dan anggota Komite Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, dan ada pula yang mengundurkan diri seperti anggota Exco Hidayat dan Gusti Randa, sehingga KLB merupakan satu-satunya solusi.

"Exco pun bisa mengusulkan KLB. KLB adalah solusi yang tepat," lanjut Akmal, yang dulu pernah bekerja sebagai wartawan.

Akmal menduga, para pemilik hak suara PSSI saat ini dalam kondisi nyaman terhadap keberadaan Jokdri selaku Plt Ketum PSSI, sehingga nyaris mustahil berharap mereka meminta PSSI menggelar KLB. "Exco bisa mengambil inisiatif," ungkapnya.

Desakan agar PSSI menggelar KLB sebelumnya disuarakan klub-klub seperti Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, Presiden Persijap Jepara Esti Puji Lestari, serta Asprov-Asprov seperti Ketua Asprov PSSI DI Yogyakarta Bambang Kuncoro.

Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta, Uden Kusumawijaya bahkan bersuara lantang dalam Kongres PSSI di Bali 20 Januari lalu tentang perlunya KLB PSSI untuk memilih Ketum PSSI definitif pasca-mundurnya Edy Rahmayadi.

Komentar

x