Find and Follow Us

Kamis, 23 Mei 2019 | 10:10 WIB

BOPI: Liga 1 dan Liga 2 Harus Diverifikasi Ketat

Oleh : Reza Adi Surya | Kamis, 11 April 2019 | 06:03 WIB
BOPI: Liga 1 dan Liga 2 Harus Diverifikasi Ketat
Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Richard Sambera (kanan)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Richard Sambera mengatakan, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 harus menjalani verifikasi ketat. Setelah itu, baru BOPI akan mengeluarkan rekomendasi.

Rabu (10/4/2019), PT Liga Indonesia Baru (LIB) mendatangani kantor BOPI untuk meminta rekomendasi terkait jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Pada prinsipnya BOPI menyambut baik permohonan rekomendasi kompetisi liga. Ini sesuai visi BOPI mendukung berkembangnya semua industri profesional olahraga Indonesia yang membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

"Tapi sejalan itu, kita harus melakukan verifikasi ketat sebelum mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan kegiatan sebuah olahraga profesional," ungkap Richard, dalam rilis yang diterima INILAHCOM.

Richard menambahkan, beberapa hal menjadi perhatian utama BOPI sebelum mengeluarkan rekomendasi bagi LIB antara lain evaluasi pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 musim 2018, pelaksanaan Piala Presiden, dan hal-hal terkait ketaatan regulasi serta unsur-unsur profesionalisme klub peserta liga.

"Misalnya bagaimana status profesionalisme klub terkait badan hukum, kondisi keuangan, kontrak pemain, tunggakan gaji sebelumnya, persyaratan bagi pemain asing, pajak, peningkatan kapasitas wasit, infrastruktur, dan lain-lain," katanya.

Dalam waktu dua pekan setelah pengajuan rekomendasi, BOPI akan melakukan verifikasi kepada beberapa klub terkait pemenuhan unsur profesionalisme peserta liga sepakbola profesional.

"Tapi sebelumnya kami juga minta surat resmi bahwa PT LIB merupakan operator liga musim ini. Sampai saat ini kami belum pegang surat mandat itu," lanjut Richard.

Untuk itu, BOPI meminta komitmen operator kompetisi terhadap jaminan keselamatan dan keamanan semua pihak. Pada musim kompetisi ke depan, BOPI menekankan jangan ada lagi suporter terlibat kekerasan, apalagi sampai timbul korban jiwa.

"Kalau sampai ada korban jiwa, kami tak ada opsi lain kecuali menghentikan kompetisi dengan cara mencabut Rekomendasi. Juga terkait penegakan hukum yang selama ini tidak konsisten, harap lebih diperhatikan. Padahal hal ini sebenarnya merupakan kunci dari integritas kompetisi itu sendiri. Harus dipastikan mereka semua bisa bertahan sampai kompetisi berakhir pada 22 Desember nanti."

"Kami berharap Liga 1 dan Liga 2 musim 2019 menjadi penyelenggara liga terbaik sepanjang sejarah. Selain berujung pada peningkatan prestasi, juga menyajikan entertainment kelas tinggi, menghibur, aman, nyaman, memberikan inspirasi dan enak ditonton sebagai hiburan keluarga," tandasnya.

Komentar

x