Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 04:35 WIB

David Luiz Berambisi Gagalkan Arsenal ke UCL

Oleh : Arif Budiwinarto | Sabtu, 11 Mei 2019 | 20:20 WIB
David Luiz Berambisi Gagalkan Arsenal ke UCL
(Foto: standard)

INILAHCOM, London - David Luiz antusias menatap final Liga Europa 2018-19. Selain berambisi mengantarkan Chelsea jadi juara, ia ingin menggagalkan Arsenal main di Liga Champions Eropa musim depan.

Chelsea meraih satu tempat di final Liga Europa setelah mengalahkan Eintracht Frankfurt lewat adu penalti 4-3. Di laga pamungkas, The Blues jumpa Arsenal yang lolos dari semifinal usai mengalahkan Valencia dengan agregat 7-3.

Bagi Tim London Biru, Liga Europa menjadi kesempatan terakhir meraih satu trofi di musim 2018-19. Sedangkan bagi The Gunners, final Liga Europa merupakan jalan paling realistis meraih satu tiket ke Liga Champions Eropa musim depan.

Peluang Arsenal dari jalur liga sudah tertutup karena masih tertinggal tiga poin dari Tottenham Hotspur di peringkat empat, plus kalah selisih gol (+8) dengan menyisakan satu laga.

Jika Arsenal bisa menjuarai Liga Europa maka mereka lolos langsung ke fase grup Liga Champions Eropa 2019-2020 sekaligus menambah wakil Inggris jadi lima tim.

Namun, ceritanya akan berbeda jika Chelsea yang jadi juara Liga Europa. The Gunners harus mengubur impian mereka tampil di Liga Champions Eropa musim depan. Inilah yang akan coba direalisasikan David Luiz di final.

"Kami tahu jika kami menang, mereka (Arsenal) tidak akan ke Liga Champions. Ini akan lebih baik bagi kami karena kami menyingkirkan sebuah tim yang fantastis dari Liga Champions," ujar bek 32 tahun.

"Tekanan akan ada pada kedua tim. Ini adalah sebuah titel besar Eropa, semua orang ingin berlaga di sini. Ini akan menjadi sebuah pertandingan sulit," lanjutnya.

Bagi kedua tim, ini merupakan pertemuan perdana di final Liga Europa. Chelsea pernah menjuarai Liga Europa pada 2013, sedangkan Arsenal didukung catatan oke pelatih Unai Emery yang pernah jadi kampiun di ajang ini tiga kali saat masih menangani Sevilla.

Sumber: Evening Standard

Komentar

Embed Widget
x