Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 04:22 WIB

Pembuka Liga 1 Rusuh, SOS Minta BOPI Dibubarkan

Jumat, 17 Mei 2019 | 19:33 WIB
Pembuka Liga 1 Rusuh, SOS Minta BOPI Dibubarkan
(twitter)

INILAHCOM, Jakarta - Partai pembuka Liga 1 2019 diwarnai kerusuhan antarsuporter. Save Our Soccer (SOS) menyarankan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dibubarkan.

Laga pembuka Liga 1 2019 antara PSS Sleman melawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5/2019) diwarnai kerusuhan antarsuporter ketika laga berjalan sekitar 30 menit.

Akibat kerusuhan tersebut, tak sedikit korban mengalami luka-luka. Bahkan, kabarnya Sekjen PSSI, Ratu Tisha, juga menjadi korban terkena lemparan batu.

Koordinator SOS, Akmal Marhali mengatakan, ada beberapa penyebab terjadi kerusuhan di sepak bola nasional, di antaranya adalah regulasi yang tidak tegas dan juga masalah keteladanan pengurus.

"Dua hal itu sulit dibenahi. Terkait regulasi misalnya, semua yang punya kepentingan dan wewenang tampak menggampangkan masalah. Tak adanya sosialisasi dan edukasi terkait rule of the game maupun perangkat lainnya. Termasuk didalamnya regulasi soal suporter dan FIFA stadium safety and security regulation," kata Akmal, Jumat (17/5/2019).

"Padahal, ini sangat fundamental dalam sepakbola. Suporter juga hanya dijadikan obyek. Tak diajak bicara bagaimana merumuskan problem akut di akar rumput terkait fanatisme yang selalu berujuk anarkisme dan fandalisme. Semua semu. Yang penting kompetisi jalan. Utamanya dari sisi bisnis. Entah bisnis legal maupun ilegal," tambahnya.

Selain itu, Akmal menggarisbawahi peran BOPI yang merupakan kepanjangan tangah Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menurut mantan wartawan tersebut, kinerja BOPI seakan tak tampak. BOPI merupakan lembaga memberikan izin dan rekomedasi digelarnya kompetisi Liga 1.

"Tak ada kinerja yang ditunjukkan. Sebatas tukang stempel rekomendasi kompetisi digelar. Bila tugasnya hanya itu baiknya dilikuidasi dan dibubarkan saja, karena hanya memperpanjang birokrasi administrasi" lanjut Akmal.

"Harusnya BOPI sebelum kompetisi dimulai bisa melakukan cek dan ricek terkait aturan maupun turunannya yang dibutuhkan dalam kompetisi," tandasnya.

Komentar

x