Find and Follow Us

Senin, 26 Agustus 2019 | 01:52 WIB

Drama Kejar-kejaran Inter dan Milan di Pekan Akhir

Oleh : Arif Budiwinarto | Senin, 27 Mei 2019 | 14:39 WIB
Drama Kejar-kejaran Inter dan Milan di Pekan Akhir
(Foto: gettyimages)

INILAHCOM, Milan - Ada drama yang tersaji saat Inter Milan versus Empoli di pekan terakhir Liga Serie A Italia 2018-19. Di akhir laga, ada yang bersuka cita dan yang tertunduk lesu.

Inter menjamu Empoli di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (27/5/2019) dini hari WIB. Pertandingan ini sangat krusial bagi kedua tim, dan sama-sama wajib menang jika ingin mencapai target. Bagi Inter, ini menjadi kesempatan terakhir untuk memastikan satu tiket ke Liga Champions Eropa musim depan. Apalagi mereka bermain di depan publik sendiri.

Meskipun mendominasi jalannya pertandingan, Inter dibuat hampir frustasi di babak pertama oleh penampilan apik kiper Bartlomiej Dragowski yang mampu melakukan empat penyelamatan gemilang. Ia menggagalkan peluang Mauro Icardi, Ivan Perisic, serta Radja Nainggolan. Skor 0-0 menutup babak pertama.

Hasil di babak pertama cukup membuat pendukung Inter harap-harap cemas, pasalnya di pertandingan lain pesaing terdekat Inter, AC Milan, sedang unggul 2-1 atas SPAL. Artinya, untuk sementara Milan menggeser Inter dari posisi empat.

I Nerazzurri tak punya pilihan, selain bermain lebih efekttif di paruh dua dan segera mencetak gol. Keputusan pelatih Luciano Spalletti memasukkan Keita Balde di menit ke-46 menggantikan Kwadwo Asamoah berbuah manis. Baru 10 menit berada di lapangan, Keita mampu memecah kebuntuan setelah sepakannya dari depan kotak penalti gagal dijangkau Dragowski. Inter memimpin 1-0.

Gol tersebut menaikkan moril dan kepercayaan pemain Inter karena di saat bersamaan, SPAL mampu menyamakan skor jadi 2-2 melawan Milan. Inter kembali naik ke posisi empat.

Tuan rumah punya kesempatan menjauhkan keunggulan di menit ke-58 setelah Icardi dilanggar Dragowski di area terlarang. Sayang, sepakan penalti Icardi mampu digagalkan Dragowski.

Pendukung tuan rumah dibuat terhenyak di menit ke-76 setelah Hamed Junior mencetak gol penyeimbang yang menjadikan skor 1-1. Inter semakin was-was karena Milan mampu kembali unggul 2-3 lewat penalti Franck Kessie di menit ke-66.

Menyisakan 10 menit akhir waktu normal, I Nerazzurri terus berupaya mengurung Empoli. Usaha mereka berbuah gol di menit ke-81 lewat kaki Radja Nainggolan yang meneruskan bola rebound sepakan Mathias Vecino yang mengenai tiang gawang.

Empoli hampir saja menyamakan skor di menit ke-87, Samir Handanovic mampu menggagalkan bola sepakan jarak dekat Salih Ucan. Sampai laga usai, skor 2-1 bertahan untuk keunggulan Inter.

Dengan hasil tersebut, meskipun Milan juga mampu menang 3-2 atas SPAL, Inter memastikan diri finish di urutan keempat klasemen akhir dan lolos ke Liga Champions Eropa. Sedangkan Milan berlaga di Liga Europa musim depan.

Keberhasilan tersebut disambut suka cita oleh pemain dan fans Inter. Ini menjadi kali kedua beruntun La Beneamata lolos ke Liga Champions Eropa. Musim lalu, mereka juga harus menunggu sampai laga terakhir untuk finish empat besar, Icardi dkk mengalahkan Lazio 2-3 di Olimpico.

Sebaliknya, raut muka kecewa dan sedih terlihat dari para pemain Empoli. Kekalahan dari Inter memastikan mereka harus terdegradasi ke Serie B musim depan. Skuad Aurelio Andreazzoli berada di peringkat 18 klasemen akhir dengan mengumpulkan 38 poin. Mereka turun kasta bersama Frosinone dan Chievo.

Komentar

Embed Widget
x