Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 06:13 WIB

Vanuatu Dapat Pelajaran Usai Dihajar Indonesia 6-0

Oleh : Arif Budiwinarto | Sabtu, 15 Juni 2019 | 23:45 WIB
Vanuatu Dapat Pelajaran Usai Dihajar Indonesia 6-0
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pelatih Vanuatu, Paul Munster, kecewa timnya dihajar Indonesia 0-6. Paul mengakui rencana permainannya tidak berjalan dengan baik disebabkan pemainnya masih dilanda kelelahan.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (15/6/2019) malam WIB, permainan bertahan Vanuatu sempat menyulitkan Indonesia sampai menit kesepuluh. Selepas gol pertama Skuad

Garuda yang dicetak Beto Goncalves di menit ke-12, Vanutau kehilangan kosentrasi permainan, akibatnya mereka kemasukan gol kedua lewat kaki Evan Dimas Darmono.

Di babak kedua, gawang Vanuatu harus kemasukan empat gol tambahan yang dicetak Beto (3 gol) serta satu gol lagi dari Evan Dimas.

Paul Munster tak bisa menutupi kekecewaannya, namun demikian ia tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya dalam meredam permainan ofensif Indonesia.

"Sebenarnya kami punya game plan menghadapi indoensia walaupun kami belum pernah jumpa timnas Indonesia, dan buta peta kekuatan timnas. Kekalahan karena kesalahan pemain, mereka kehilangan possession dan kebanyakan mereka gagal menjalankan game plan. Kami bisa memetik pelajaran dari kekalahan hari ini," jelas Paul dalam jumpa pers.

"Tapi, saya memberikan kredit kepada pemain saya karena berani menahan bola, kami bisa saja kemasukan lebih banyak gol, tujuh atau delapan," ia menambahkan.

Dalam pertandingan tersebut, Paul tidak memainkan dua pemain andalannya Brian Kaltack dan gelandang Mitch Cooper yang bermain di Liga Selandia Baru. Keduanya terpaksa tidak dibawa ke Indonesia karena masalah kebugaran.

Absennya dua pemain tersebut diakui Paul memberi dampak signifikan dalam permainan tim. Selain itu, jauhnya jarak tempuh serta pendeknya waktu recovery menyebabkan banyak pemainnya tampil di bawah kondisi terbaiknya.

"Ada dua pemain penting lain yang juga tidak ada dalam tim. Anda bisa melihat sendiri absennya para pemain tersebut membawa pengaruh signifikan pada permainan tim."

"Inilah perbedaanya ketika tidak ada pemain yang bagus, kami tidak punya pemain pelapis. Tetapi seperti saya katakan sebelumnya, ini pelajaran bagus bagi kami apalagi kami membawa pemain-pemain muda."

"Kami masih kelelahan setelah perjalanan jauh, 12 jam penerbangan, kami juga menyesuaikan karena ini pertama kali kami bertanding di Asia," ia memungkasi.

Komentar

x