Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 15:41 WIB

Fans MU Paling Banyak Lakukan Aksi Rasisme

Oleh : Arif Budiwinarto | Selasa, 18 Juni 2019 | 22:08 WIB
Fans MU Paling Banyak Lakukan Aksi Rasisme
(skysports)

INILAHCOM, Jakarta - Fans Manchester United menempati urutan teratas kasus rasisme di Liga Premier Inggris berdasarkan data yang dihimpun sejak 2014. Pihak klub meragukan data yang dipaparkan tersebut.

Home Office merilis data aksi rasisme yang terjadi di Liga Premier Inggris sejak musim 2014-15 sampai 2017-18. Langkah tersebut untuk memenuhi asas Keterbukaan Informasi yang diajukan oleh Press Association.

Dalam rentang empat musim, tercatat ada 27 fans United yang ditahan polisi karena terlibat aksi rasisme. Dua tim Divisi Championship, Leeds United dan Milwall, masing-masing 15 supoternya ditahan polisi. Klub lain yang fansnya pernah terlibat aksi rasisme adalah Leicester (14 orang) dan Chelsea (13 orang).

MU merespon data yang dikeluarkan Home Office. Mereka menegaskan komitmen klub untuk menyingkirkan aksi rasisme dari lapangan. Adapun fans yang pernah terlibat aksi rasisme bukan mewakili bagian besar fans United baik di Inggris maupun seluruh dunia.

"Tidak ada tempat untuk rasisme dalam pertandingan kami, atau dalam masyarakat secara keseluruhan, dan kami berkomitmen untuk bekerja membuat sepakbola bebas dari semua bentuk diskriminasi baik melalui Kampanye 'Semua Merah Semua Sama' atau mendukung kampanye Kick it Our dan organisasi lain," demikian pernyataan juru bicara MU.

"Statistik ini menunjukkan 0,0004 persen dari fans yang datang di pertandingan kami. Ini tidak mencerminkan pandangan atau perilaku penggemar kami secara keseluruhan dengan cara apapun."

"Kami terus memantau dan berhubungan dengan pihak berwenang untuk mencoba dan mengindentifikasi serta menghapus segala bentuk perilaku diskriminatif, dan kami akan mengambil tindakan yang tepat jika itu terjadi," pungkasnya.

Kasus rasisme di Liga Premier Inggris mendapat perhatian besar dari sejumlah pihak, termasuk pemain. Pada Mei lalu, winger Manchester City, Raheem Sterling, bertemu dengan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) membahas cara memerangi rasisme dalam sepakbola.

Sterling mengusulkan pengurangan sembilan poin bagi tim yang suporternya terbukti menyanyikan lagu atau meneriakan kata-kata rasis.

"Jika anda (suporter) tahu tim anda dikurangi sembilan poin di Liga, anda tidak akan mengatakan pernyataan rasis walaupun seharusnya itu tak boleh dipikiran anda," ujar Sterling.

Sumber: Skysport

Komentar

Embed Widget
x