Find and Follow Us

Senin, 22 Juli 2019 | 05:11 WIB

Latih Juve, Sarri Tak Terima Disebut Pengkhianat

Oleh : Reza Adi Surya | Jumat, 21 Juni 2019 | 05:09 WIB
Latih Juve, Sarri Tak Terima Disebut Pengkhianat
(Foto: gettyimages)

INILAHCOM, Turin - Maurizio Sarri tak terima disebut pengkhianat karena menerima pinangan Juventus. Menurut Sarri, dia sudah memberikan 110 persen kepada Napoli.

Sarri pernah tiga musim melatih Napoli sebelum akhirnya hengkang ke Chelsea pada 2018. Hanya satu musim menukangi The Blues, pelatih 60 tahun kembali ke Italia dan melatih Juventus.

Rivalitas tinggi antara Napoli dan Juventus membuat kepindahan Sarri menjadi permasalahan. Fans Napoli menyebut Sarri sebagai pengkhianat.

"Selama tiga tahun (di Napoli), pikiran pertama saya di pagi hari adalah bagaimana caranya mengalahkan Juventus, karena kami merupakan tim yang bisa menyaingi mereka. Jadi, tugas saya adalah mencari cari bagaimana Napoli mengalahkan Juventus," ujar Sarri, dikutip dari Football Italia.

"Saya memberikan 110 persen, tapi saya tak mampu mengalahkan Juventus. Saya akan terus berusaha melakukannya, tapi itu adalah rivalitas olahraga dan profesionalitas saya saat ini membawa saya ke klub ini dan memberikan yang terbaik," tambahnya.

"Saya tiga tahun di Napoli, saya membuat keputusan pindah ke luar Italia karena menghormati mereka. Dengan keinginan kembali ke Italia, saya menerima tawaran dari Juventus dan itu saja."

"Dalam hidup saya, saya selalu menghormati siapa saja dan memberikan 110 persen ke setiap klub yang saya latih. Saya akan melakukan hal yang sama bersama Juventus, saya tak bisa melakukan lebih dari 110 persen."

"Saat melawan Napoli nanti, ketika saya meninggalkan San Paolo mendapatkan tepuk tangan, saya tahu itu merupakan rasa cinta. Jika saya mendapat cibiran dan cemoohan, itu juga merupakan rasa cinta. Perasaan saya kepada orang-orang Napoli takkan berubah," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x