Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 18:36 WIB

Juve Larang Pemain Bicara Kasus Perkosaan Ronaldo

Oleh : Reza Adi Surya | Selasa, 23 Juli 2019 | 00:06 WIB
Juve Larang Pemain Bicara Kasus Perkosaan Ronaldo
(Foto: football-italia)

INILAHCOM, Turin - Petronella Ekroth mengatakan, bermain dengan Juventus rasanya seperti di penjara karena mereka dilarang bicara soal dugaan kasus pemerkosaan yang dilakukan Cristiano Ronaldo.

Ronaldo dituduh melakukan pemerkosaan kepada seorang wanita bernama Kathryn Mayorga di Las Vegas, Amerika Serikat, pada tahun 2009 lalu.

Kasus ini sebenarnya sudah diselesaikan dengan cara damai di 2010. Pihak Ronaldo membayar 375 ribu Dolar AS untuk uang tutup mulut. Tapi, Mayorga mempublikasikan kaus ini karena merasa tertekan.

Juventus diklaim melarang para pemainnya membicarakan kasus tersebut, termasuk tim wanita Juventus. Ekroth, yang membantu tim wanita Juventus meraih Scudetto musim lalu, mengkritik kebijakan manajemen yang membungkam mulut semua pemain.

"Saya berusaha melihat semua hal dalam perspektif lebih luas, sebagai pesepakbola dan manusia. Pada akhirnya, tindakan saya benar dengan mengungkap ini. Visi saya memperlakukan orang berbeda dengan mereka," ujar Ekroth, yang kini membela klub Swedia, Djugardens, dikutip dari Football Italia.

"Saya rasa pemain asing wanita tidak diperlakukan seperti pemain wanita Italia. Kami dilarang membicarakan kasus itu. Kami tetap bungkam dan tak boleh menyebut kasus itu," tambahnya.

"Saya tetap tertutup, karena saya merasa pendapat saya tidak ditanggapi. Saya merasa seperti ada di penjara. Saya benar-benar tak bisa melakukan apa yang saya inginkan," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x