Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 21:44 WIB

KPSN Duga PSSI Berikan Laporan Salah ke FIFA

Senin, 19 Agustus 2019 | 07:52 WIB
KPSN Duga PSSI Berikan Laporan Salah ke FIFA
Ketua KPSN, Suhendra Hadikuntono - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN), Suhendra Hadikuntono menduga pimpinan PSSI telah memberikan laporan yang salah dan manipulatif kepada FIFA sehingga FIFA memutuskan menolak hasil KLB PSSI 27 Juli 2019.

FIFA menolak usulan PSSI yang ingin memajukan Kongres Pemilihan Ketua Umum dan Exco pada 2 November. Dalam suratnya, FIFA meminta kongres digelar pada Januari 2020.

Suhendra menantang PSSI untuk membuka ke publik surat yang dikirimkan oleh Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria kepada FIFA terkait hasil KLB PSSI 27 Juli sampai detik ini tidak mendapatkan respons dari Pimpinan PSSI. Hal ini menunjukkan Pimpinan PSSI berusaha menyembunyikan sesuatu dengan berlindung dibalik statuta PSSI.

"Kalau benar bahwa Pimpinan PSSI telah memanipulasi informasi dan hasil KLB PSSI 27 Juli, berarti Pimpinan PSSI secara terang benderang telah mengkhianati para voters yang merupakan pemilik hak suara yang sah," kata Suhendra, Senin (19/8/2019).

KPSN, sebagai wadah dan sarana untuk melakukan perubahan secara mendasar dan menyeluruh Persepakbolaan Nasional, telah mendapatkan masukan dan menampung keluhan hampir 2/3 jumlah voters untuk melakukan langkah-langkah penyelematan marwah PSSI dan persepakbolaan nasional dari tangan-tangan kotor yang selama ini menjarah kemurnian dan profesionalitas dari PSSI.

"Sebagai Ketua KPSN, tugas saya mendengarkan dan menampung berbagai keluhan dari para voters PSSI kemudian memberikan jalan keluar yang terbaik. Sikap KPSN jelas tidak akan masuk pada wilayah internal organisasi PSSI, tapi hanya memberikan saran dan pandangan kepada para voters PSSI untuk tetap memegang teguh aturan yang terdapat dalam statuta PSSI dan FIFA," tambahnya.

"Saya selalu memberikan saran konstruktif kepada para voters untuk melakukan langkah-langkah konstitusional yang sesuai dengan peraturan yang ada. Salah satu langkah yang sangat mungkin dilakukan oleh para voters PSSI adalah mengambil alih pengambilan keputusan dari PSSI untuk tetap pada jadwal pelaksanaan KLB PSSI untuk memilih Ketua Umum dan Esco PSSI yaitu pada tanggal 2 November 2019, sesuai dengan hasil KLB PSSI di Mercure hotel Jakarta pada 27 Juli lalu. Kalau lebih dari 50 persen atau 2/3 jumlah voters bersepakat dengan hal tersebut langkah tersebut bisa dilakukan. Dan itu tidak melanggar hukum dan telah sesuai dengan statuta PSSI maupun FIFA," ujarnya.

Di sela-sela kunjungan KPSN ke daerah-daerah dalam tajuk Ekspedisi Borneo KPSN 2019, Suhendra mengusulkan tempat pelaksanaan Kongres Pemilihan di Kalimantan. Hal tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan teknis dan pertimbangan lainnya. Suhendra juga mengatakan bahwa apabila diperlukan KPSN siap membantu dan memberikan support penuh bagi pelaksanaan Kongres Pemilihan PSSI pada tanggal 2 November 2019 nanti.

"KPSN akan tetap komitmen untuk memberikan dukungan penuh untuk perbaikan menyeluruh bagi persepakbolaan Nasional termasuk memberi asistensi kepada para voters PSSI, apabila diminta," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x