Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 19:19 WIB

2018, Tahun Terberat Ronaldo

Oleh : Reza Adi Surya | Kamis, 22 Agustus 2019 | 00:15 WIB
2018, Tahun Terberat Ronaldo
(Foto: football-italia)
facebook twitter

INILAHCOM, Turin - Cristiano Ronaldo meraih kesukesan di lapangan hijau dengan membawa Juventus memenangkan Scudetto. Mengapa dia menyebut 2018 sebagai tahun terberatnya?

Ronaldo didatangkan Juventus dari Real Madrid di 2018. Di musim perdananya, pemain asal Portugal itu dibawanya memenangkan Scudetto kedelapan secara beruntun.

Selain itu, Ronaldo memenangkan trofi di level internasional. Pemain berusia 34 tahun menjuarai UEFA Nations League dengan mengalahkan Belanda di partai puncak.

Hanya saja, kesuksesan Ronaldo di lapangan sedikit terusik dengan kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi di 2009 di Las Vegas, Amerika Serikat. Penyeledikan dilakukan secara intens di 2018 dan membuat Ronaldo absen dalam tur pramusim ke Amerika Serikat.

Beruntung bagi Ronaldo, semua tuntutan sudah dibatalkan dan mantan pemain Manchester United itu tak perlu masuk bui.

"2018 menjadi tahun yang berat, mungkin yang terberat. Tapi, bukan terkait profesional. Ketika orang-orang mempertahanyakan integritas Anda, itu sangat menyakitkan," ujar Ronaldo, dikutip dari Football Italia.

"Saya punya keluarga besar, kekasih, empat anak, bocah berusia 9 tahun yang cederas dan sudah mengerti banyak hal. Berita itu masuk ke rumah saya melalui koran dan itu masa-masa yang sulit untuk saya dan keluarga," tambahnya.

"Saya tak nyaman membicarakan kasus itu, tapi saya bersyukur akhirnya dinyatakan tak bersalah. Teman-teman, orang tercinta, dan mereka yang kenal saya pasti tahu saya tak bersalah. Saya bangga pada mereka atas reaksinya. Saya merasa sebagai diri sendiri lagi," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x