Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 19:35 WIB

Twitter Gandeng MU Lawan Rasisme di Medsos

Oleh : Arif Budiwinarto | Kamis, 22 Agustus 2019 | 06:22 WIB
Twitter Gandeng MU Lawan Rasisme di Medsos
(Foto: gettyimages)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Paul Pogba menjadi sasaran perlakuan rasisme di media sosial Twitter. Sebagai bentuk tanggung jawab, Twitter segera bertemu dengan Manchester United mencari solusi mengatasi aksi tersebut.

Pogba diserang oleh warganet setelah gagal mengeksekusi penalti saat MU bermain imbang 1-1 melawan Wolverhampton Wanderers pada pertandingan pekan kedua Liga Premier Inggris, Selasa (20/8/2019) kemarin.

Fans yang kesal menuliskan kata-kata ejekan yang menyerang dan menyinggung penampilan fisik Pogba lewat kicauan di media sosial Twitter.

Kecenderungan fans menggunakan media sosial twitter untuk melakukan aksi rasisme sempat dikecam oleh pelatih timnas wanita Inggris, Philip Neville. Bahkan, ia menyuarakan boikot media sosial sebagai bentuk protes.

Memahami keresahan tersebut, Twitter bergerak cepat. Perusahaan asal Amerika Serikat itu mengagendakan pertemuan dengan manajemen Manchester United sebagai bentuk langkah proaktif melawan aksi rasisme.

Selain MU, Twitter juga melibatkan Kick It Out, organisasi inklusif yang fokus pada isu-isu diskrimanasi dalam sepakbola, pendidikan serta komunitas.

"Kami selalu menjaga dialog terbuka dan sehat dengan mitra kami, kami tahu kami perlu berbuat lebih banyak untuk melindungi pengguna kami. Perilaku rasis tidak memiliki tempat di platform kami dan kami sangat mengutukanya," demikian pernyataan resmi Twitter.

"Selama beberapa minggu kedepan, perwakilan Twitter akan bertemu dengan Manchester United, Kick It Out dan pemangku kepentingan masyarakat sipil lainnya yang tertarik mengenai tindakan proakif yang dilakukan Twitter untuk mengatasi terhadapan penyalahgunaan rasis online terhadap pesepakbola tertentu di Inggris."

"Untuk tujuan ini, kami berharap bisa bekerja lebih dekat dengan mitra kami guna mengembangkan solusi bersama untuk masalah ini," lanjut isi pernyataan Twitter.

Sumber: BBC

Komentar

Embed Widget
x