Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 15:09 WIB

Jelang Kongres, Kursi Ketua Umum PSSI Sepi Peminat

Selasa, 3 September 2019 | 20:51 WIB
Jelang Kongres, Kursi Ketua Umum PSSI Sepi Peminat
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jelang kongres pemilihan PSSI, perebutan kursi Ketua Umum PSSI masih sepi peminat. Sejauh ini setidaknya baru ada dua nama yang santer terdengar.

PSSI akan menggelar kongres pemilihan ketua umum pada November mendatang. Sejauh ini, tak banyak kandidat yang ingin bersaing merebut kursi PSSI-1. Baru ada dua nama yang mencuat, yakni Komjen Pol Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule, dan CEO klub Australia, Brisbane Roar, Rahim Soekasah.

"Kondisi ini tentu tidak sehat," ungkap Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Mengapa perebutan kursi Ketum PSSI sepi peminat? Menurut Indro sedikitnya ada tiga faktor. Pertama, mereka masih menunggu pengumuman kabinet baru oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2019.

"Banyak yang berharap jadi menteri. Bila ternyata tidak terpilih, baru mereka melirik kursi PSSI-1. Mohon maaf, jabatan Ketua Umum PSSI ini hanya untuk pelarian saja, apalagi memimpin PSSI itu tidak mudah," tambahnya.

Ia meyakini, bila Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir tidak terpilih jadi menteri, maka mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin ini akan maju memperebutkan kursi Ketum PSSI. "Begitu pun tokoh-tokoh lain," katanya.

Kedua, karena adanya pemberantasan match fixing atau pengaturan skor pertandingan, sehingga mereka masih takut-takut juga untuk maju.

"Jadi, bukan karena ada kandidat yang kans atau visi misinya cukup kuat, melainkan karena kursi PSSI-1 ini memang kurang seksi," ungkapnya.

Ketiga, Indro menengarai sepinya peminat kursi Ketum PSSI sengaja dikondisikan oleh pihak-pihak tertentu. Ditanya apakah pihak-pihak tertentu itu pengurus PSSI atau kandidat yang sudah muncul, Indro enggan merincinya. "Itu PR (pekerjaan rumah) kita. Biarlah waktu yang menjawab," ujarnya.

Sepinya peminat kursi PSSI-1 dinilai Indro tidak sehat bagi masa depan persepakbolaan nasional dan PSSI.

"Sebab, kompetisinya tidak ketat, bahkan bisa terjadi calon tunggal melawan kotak kosong. Bila ini terjadi, kita tidak akan mendapatkan kandidat terbaik untuk memimpin PSSI empat tahun ke depan. Yang ada hanya calon yang pas-pasan saja. Meski pas-pasan, tapi karena tidak banyak pilihan, atau bahkan tanpa lawan, maka otomatis akan terpilih," tandasnya.

Komentar

x