Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 17:28 WIB

BOPI Evaluasi Tengah Musim Liga 1 dan Liga 2

Oleh : Reza Adi Surya | Sabtu, 7 September 2019 | 20:07 WIB
BOPI Evaluasi Tengah Musim Liga 1 dan Liga 2
Ketua Umum BOPI, Richard Sam Bera - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sesuai komitmen awal Badan Profesional Olahraga Indonesia (BOPI) saat mengeluarkan rekomendasi kompetisi Liga 1 dan Liga 2 kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB), maka BOPI melakukan evaluasi secara berkala penyelenggaraan pada dua kasta tertinggi kompetisi sepakbola profesional Indonesia ini.

Tepat saat break Liga 1, Jumat (6/9/2019), BOPI bertemu dengan LIB di Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menyampaikan beberapa catatan penting terkait empat bulan penyelenggaraan kompetisi Liga 1 dan tiga bulan perhelatan Liga 2.

"Kami memberi perhatian serius pada penundaan jadwal beberapa pertandingan yang meleset dari agenda kompetisi, sehingga berdampak buruk secara berantai pada jadwal selanjutnya. Selain itu juga terkait kuantitas dan kualitas wasit, serta titik lemah pada panitia pelaksana lokal," ujar Ketua Umum BOPI, Richard Sam Bera.

Menurut Richard, bentuk-bentuk kurang sigapnya panitia lokal misalnya pertandingan antara Perseru Badak Lampung menjamu Persela Lamongan yang harus dijadwalkan ulang, padahal tim tamu sudah mendarat di Lampung. Laga yang semestinya berlangsung 3 Agustus 2019 itu tertunda karena bentrok dengan penyelenggaraan 'Pekan Raya Lampung'.

Adapun beberapa jadwal Arema FC yang sedianya berlaga di Stadion Kanjuruhan Malang harus digeser ke Stadion Gajayana Malang karena bersamaan waktunya dengan perhelatan pemilihan kepala desa. Laga Persebaya Surabaya menjamu Madura United pun diajukan jam pertandingannya karena berbarengan dengan malam takbiran jelang Idul Adha.

"Kami berharap PT LIB dan panpel lokal lebih intens berkomunikasi, termasuk dengan pemangku kepentingan keamanan setempat, sehingga hal-hal seperti ini bisa diantisipasi lebih baik," tambah Richard.

BOPI juga detail mencatat beberapa kasus selama pelaksanaan paruh musim Liga 1 dan Liga 2, yakni empat peristiswa penonton masuk lapangan, tiga pelemparan kepada bis tim tamu, delapan intimidasi dan protes secara berlebihan, serta empat kali rusuh di dalam stadion.

Meski masalah pemberian sanksi bukan ada pada wilayah LIB, BOPI berharap ada peningkatan sanksi yang lebih tegas, sehingga efek jera pada pelaku pelanggaran hukum lebih terasa.

"Sebaiknya Komisi Disiplin PSSI tidak hanya menjatuhkan denda, tapi bisa berubah hukuman lain lebih keras, misalnya pengurangan poin pada klub yang melanggar," ungkap Richard.

Pada kesempatan ini, Manajer Kompetisi PT LIB Asep Saputra dan Direktur Media PT LIB Hanif Marjuni menerima evaluasi yang disampaikan BOPI dan berjanji akan memperbaiki kualitas penyelenggaraan liga pada tiga bulan tersisa.

"Kami ucapkan terima kasih atas banyaknya masukan yang diberikan oleh BOPI. Sesuai kesepakatan awal, memang akan ada evaluasi berkala. Kami berharap pelaksanaan kompetisi ke depan bisa lebih baik, terlepas memang jadwal memang akan sangat padat karena kompetisi harus selesai pada 22 Desember tahun ini," ujar Asep.

Selain PT LIB, BOPI juga mengundang pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pada kesempatan yang sama. Namun, pihak PSSI tak hadir pada pertemuan ini tanpa adanya konfirmasi.

"Kami sangat menyesalkan ketidakhadiran pengurus PSSI, karena sebenarnya ada beberapa hal akan kami sampaikan. Termasuk evaluasi pelaksanaan Piala Indonesia, misalnya terkait belum lunasnya uang hadiah dan pembayaran wasit," tandas Richard.

Komentar

x