Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 07:46 WIB

Kualifikasi Piala Eropa 2020

Salah Lagu Kebangsaan Presiden Prancis Minta Maaf

Oleh : Arif Budiwinarto | Senin, 9 September 2019 | 15:06 WIB
Salah Lagu Kebangsaan Presiden Prancis Minta Maaf
Emanuel Macron - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kickoff pertandingan Prancis versus Albania sempat tertunda beberapa menit karena salah memutar lagu kebangsaan tim tamu. Presiden Prancis, Emanuel Macron, sudah meminta maaf atas kejadian tersebut.

Prancis menjamu Alabania di Stade de France, Minggu (8/9/2019) dini hari WIB, pada pertandingan Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020. Pertandingan tersebut berkesudahan 4-1 untuk keunggulan Les Bleus.

Kickoff pertandingan sempat tertunda selama kurang lebih tujuh menit, sebab panitia salah memutar lagu kebangsaan. Bukannya memutar lagu kebangsaan Albania, mereka malah memutar lagu kebangsaan Andorra. Akibatnya para pemain Albania kebingungan dan menolak memulai pertandingan.

Situasi tersebut diperparah kesalahan panitia saat mengumumkan permintaan maaf lewat pengeras suara dengan menyebut Albania sebagai Armenia.

Wasit Jesus Gil Manzano dan ofisial pertandingan lain akhirnya memutuskan laga baru dilaksanakan jika lagu kebangsaan Albania yang benar diputar. Setelah semuanya berjalan semestinya, laga bisa dimulai.

Merespon insiden tesebut, Presiden Prancis, Emanuel Macron, segera meminta maaf kepada Albania. Hal ini dibenarkan oleh Perdana Menteri Albania, Edi Rama.

"Presiden Macron sudah menyampaikan permintaan maafnya yang tulus atas skandal yang dilakukan Federasi Sepakbola Prancis (FFF) terkait lagu kebangsaan kami," ujar Rama.

"Dia (Macron) menyebut hal tersebut kesalahan yang tak dapat diterima dan dia sangat mengapresiasi reaksi dari para pemain kami. Dia meminta saya agar permohonan maafnya dapat diketahui publik," lanjut Rama.

Komentar

Embed Widget
x