Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 09:29 WIB

Icardi Tak Sakit Hati Pernah Dibuang Inter

Oleh : Arif Budiwinarto | Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:01 WIB
Icardi Tak Sakit Hati Pernah Dibuang Inter
(Foto: gettyimages)
facebook twitter

INILAHCOM, Paris - Mauro Icardi terbuang dari Inter Milan sejak kedatangan Antonio Conte sebagai pelatih. Namun hal tersebut tak membuat Icardi sakit hati, ia justru mendoakan Inter sukses bersama Conte.

Inter terpaksa melepas Icardi ke Paris Saint-Germain (PSG) pada jendela transfer musim panas kemari sebagai pemain pinjaman selama satu musim plus opsi permanen. Penyebabnya, penyerang asal Argentina itu tak masuk dalam rencana permainan Conte. Sebagai Icardi, Conte meminta Inter mendatangkan Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez.

Bukan cuma itu, perseteruan Icardi dengan manajemen Inter mengenai permintaan kontrak baru menjadi pemantiknya. Pada pertengahan musim 2018-19, agen Icardi sekaligus istrinya, Wanda Nara, mendesak pihak klub untuk menaikkan gaji penyerang 26 tahun itu dalam klausul kontrak baru.

Merasa didikte pihak Icardi, manajemen klub akhirnya mengambil keputusan dengan mencabut status kapten tim serta membekukannya dari skuad selama dua bulan. Belakangan ada kabar yang menyebut absennya Icardi dari skuad Inter saat itu disebabkan tengah memulihkan cedera.

Sempat terancam tak bisa bermain di musim 2019-2020, Icardi lega bisa bergabung dengan PSG. Ia kini tengah menikmati pengalaman pertamanya bermain di luar Italia. Penyerang asal Argentina itu tak mau mengungkit situasi tak mengenakan yang pernah dialaminya bersama Inter.

"Saya berada di PSG musim ini dan target saya adalah memberikan yang terbaik untuk jersey ini. Kemudian, di akhir musim, sekitar Mei atau Juni, kami akan lihat apa yang akan terjadi. Ini masih terlalu awal membicarakannya," kata Icardi dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport.

Mendapat perlakuan yang tidak baik setelah ... musim membela La Beneamata, Icardi mengaku tak sakit hati. Sebaliknya, ia justru mendoakan Inter mampu meraih gelar juara di bawah asuhan Antonio Conte.

"Saya cuma bisa berharap yang terbaik bagi Inter di setiap kompetisi. Saya masih punya banyak teman di Milan. Bersama Conte, akan jadi musim yang pas untuk meraih scudetto," pungkasnya.

Performa Inter terbilang oke di awal Liga Serie A Italia 2019-2020, sempat meraih tujuh kemenangan beruntun I Nerazzurri menelan kekalahan perdana di Liga Serie A Italia 2019-2020 di pekan delapan. La Beneamata takluk 1-2 dari Juventus yang menyebabkan Lautaro Martinez dkk turun ke peringkat dua berselisih satu poin dari Juve yang mengambil alih posisi teratas klasemen sementara.

Sumber: Football-Italia

Komentar

Embed Widget
x