Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 14:17 WIB

Kemenpora Mau Fasilitasi Luis Milla ke Indonesia

Oleh : Arif Budiwinarto | Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:03 WIB
Kemenpora Mau Fasilitasi Luis Milla ke Indonesia
Luis Milla
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersedia memfasilitasi jika PSSI ingin kembali merekrut Luis Milla. Namun, Kemenpora tak bisa jika harus ikut membayar gaji Milla.

Hasil buruk yang diraih Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia mencuatkan desakan agar Simon McMenemny mundur dari kursi pelatih timnas. Bersamaan dengan hal tersebut muncul juga seruan agar Luis Milla kembali melatih Indonesia.

Milla pernah membuat publik sepakbola Indonesia bergairah dengan penampilan Timnas U-23 yang dinilai cukup oke. Meskipun gagal mempersembahkan medali di Asian Games 2018, Milla dianggap mampu memberikan warna berbeda dalam permainan Timnas Indonesia.

Belum lama ini, mantan Sekjen PSSI, Ade Wellington, sempat bertemu dengan Luis Milla di Spanyol. Ade menuturkan kepada Sesmenpora, Gatot Dewa Broto, bahwa pelatih asal Negeri Matador itu masih cinta dengan Indonesia. Millan diklaim bersedia kembali jika PSSI membutuhkan tenaganya.

Gatot menyambut baik bila PSSI mau memakai jasa Milla lagi. Pemerintah dalam hal ini Kemenpora cuma bisa memfasilitasi izin kerja serta dokumen yang dibutuhkan. Akan tetapi, jika harus membantu finansial untuk membayar gaji Milla, Kemenpora tidak bersedia.

"Waktu itu dari Pak Ade wellington. Dia sampaikan keinginan Milla yang sebenarnya falling in love dengan Indonesia. Tapi bagaimana caranya? Pemerintah yang jelas tidak ada anggaran untuk membawanya. Kami harus adil pada cabang olahraga lain," kata Gatot.

"Kemudian saya berkomunikasi lagi dengan Ade Wellington, dia rupanya baru bertemu Milla di Spanyol. Milla masih punya keinginan. Kalau masalah gaji masih negotiable."

"Tidak. Pemerintah tertutup untuk itu karena harus memikirkan yang lain. Memfasilitasi kami tidak masalah. Kalau tanggung gaji nanti kami diprotes sama yang lain. Tidak lucu. PSSI sudah dapat keistimewaan banyak dari pemerintah," ia menambahkan.

Saat masih memperkerjakan mantan pemain Real Madrid itu, PSSI harus membayar Rp 2 miliar untuk Luis Milla dan asistennya per bulan. Tingginya bayaran pelatih asal Spanyol itu menjadi pertimbangan federasi memilih mengakhiri kerja sama usai Asian Games 2018.

"Milla menunggu peluang Indonesia. Indonesia mau memanfaatkannya apa tidak? Bukan nunggu timnas, nunggu PSSI. Kalau tidak, ya goodbye. Sekarang tergantung PSSI," pungkas Gatot.

Komentar

Embed Widget
x