Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 22:36 WIB

Visi-Misi Calon Ketum PSSI 2019-2023

Sarman: Saya Jadi Ketum, Indonesia Keluar dari AFF

Oleh : Arif Budiwinarto | Rabu, 30 Oktober 2019 | 21:07 WIB
Sarman: Saya Jadi Ketum, Indonesia Keluar dari AFF
Calon Ketua Umum PSSI 2019-2023, Sarman El Hakim - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Calon Ketua Umum PSSI 2019-2023, Sarman El Hakim, punya rencana tidak biasa bila terpilih di Kongres Pemilihan. Sarman juga menegaskan tak gentar untuk memberantas mafia skor di sepak bola Indonesia.

Dalam acara diskusi olahraga bertajuk Mencari Ketum PSSI Ideal yang diselenggarakan SIWO PWI Pusat dan PSSI Pers di Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (30/10/2019) siang WIB, Sarman menyampaikan sejumlah poin yang menjadi visi dan misi bila terpilih jadi ketum baru PSSI.

Menurut Sarman, Indonesia hanya menghabiskan waktu dan tenaga bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara. Menurut pria kelahiran 26 April 1966 itu, sepak bola Indonesia harusnya berusaha mengejar kualitas negara-negara kuat di Benua Asia. Oleh karena itu, ia secara tegas bakal menarik Indonesia dari keikutsertaan di ajang Piala AFF.

"Saya sering mengikuti forum-forum di FIFA dan AFC (Konfederasi Sepak bola Asia), mereka bilang ke saya 'Sarman sepak bola Anda harusnya masuk 20 besar dunia, apa dasarnya? Alamnya mendukung, tidak ada banyak musim. Sepak bola popularitasnya tinggi. Bahkan, mereka bilang Eropa efektif main bola cuma enam bulan, Amerika Latin 6-7 bulan. Anda (Indonesia) sepanjang tahun," kata Sarman kepada wartawan.

"Bila saya terpilih (Ketum PSSI), saya tinggalkan AFF. Saya akan bicara ke Presiden (Joko Widodo) Indonesia tinggalkan AFF. Kita mau bicara mau tinggi lagi.

"AFF itu bukan konfederasi, tapi event organizer. Kalau konfederasi harusnya ada di rumah FIFA dong. Saya baca dokumennya di FIFA, AFF tidak recognize. Jadi, kita masuknya di AFC, itu wadah kita kok," ia menambahkan.

Menurut Sarman, dengan keberanian Indonesia keluar dari Piala AFF justru memberi keuntungan tersendiri. Sebab, selama ini ajang Piala AFF yang notabenenya tidak masuk dalam kalender FIFA malah menyita sebagain besar fokus Timnas. Belum lagi dibayangi kasus-kasus kecurangan dalam pertandingan.

"Saya selalu jadi orang yang mengatakan tinggalkan AFF. Agenda kita banyak lho, ada SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade. Saking kita konsentrasi di AFF kita lupa itu semua."

"Jadwal kita padat, ditambah lagi AFF, capek. Di AFF kita korban, pengaturan skor (AFF 2010) itu harus dibongkar. Tapi saya sendiri, bisa apa. Kalau saya terpilih jadi Ketum (PSSI), ada 200 juta orang di belakang saya," lanjut Sarman yang pernah menjabat sebagai Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI).

Lebih lanjut, Sarman menilai Kongres Pemilihan 2019-2023 jadi momen tepat merestrukturisasi serta bersih-bersih PSSI.

"Saya sempat baca beberapa catatan kejahatan orang PSSI yang ada dokumennya di FIFA? Tapi, saya tidak bisa bilang karena saya bisa masuk ke situ (melihat dokumen di FIFA) ada jaminan tidak akan membocorkan apa yang saya baca.

"Kita perbaiki, tapi kita tidak adjusment orang tersebut, waktunya pas. Ini soal manajemen, di tubuh PSSI sendiri. Kan Anda tahu, Direktur Liga menjabat Bendahara PSSI. Dulu Sekjen Djokdri, menjabat Direktur Liga. Seperti itu," pungkasnya.

Komentar

x