Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 19:00 WIB

Kemenpora Kirim Nota Keberatan ke Malaysia

Oleh : Arif Budiwinarto | Jumat, 22 November 2019 | 12:02 WIB
Kemenpora Kirim Nota Keberatan ke Malaysia
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah berkomunikasi dengan konsuler Indonesia di Malaysia guna mencari penjelasan lebih lanjut mengenai kabar pengeroyokan suporter Timnas Indonesia yang viral di media sosial.

Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Malaysia dan Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019) kemarin, berbuntut panjang. Usai laga yang berkesudahan 2-0 untuk kemenangan Malaysia, di media sosial beredar video beberapa orang yang diduga fans Indonesia dikeroyok oknum fans tuan rumah.

Insiden tersebut memantik reaksi warganet Indonesia, mereka ramai-ramai mengutuk kelakukan bar-bar fans Casual Malaya serta menyecar media sosial Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Shadiq, untuk meminta pertanggungjawaban.

Menindaklanjuti isu tersebut, Kemenpora bergerak cepat mencari informasi valid melalui KBRI di Kuala Lumpur. Langkah tersebut diambil setelah tidak mendapatkan informasi memadai dari pengurus PSSI yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut di Stadium Bukit Jalil.

Dari penjelasan konsuler Indonesia di Kuala Lumpur, ada seorang suporter Indonesia yang melapor dokumennya dirampas dan mendapat intimidasi dari fans tuan rumah. Selain itu, Kemenpora memastikan video pengeroyokan suporter Indonesia di Malaysia adalah benar.

"Kemenpora semula baru ingin bersikap setelah mendapatkan informasi dari PSSI karena Pengurus PSSI lah yang langsung menyaksikan pertandingan tersebut di stadium Bukit Jalil. Namun demikian karena tidak adanya informasi lengkap hingga tanggal 21 November 2019 sore (kecuali terbatas informasinya), kemudian Kemenpora mengambil inisiatif untuk langsung berkomunikasi dengan beberapa pejabat KBRI di Kuala Lumpur setelah sebelumnya menghubungi Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu, yang kemudian dengan sangat cepat pula menyampaikan data tentang contact person di KBRI di Kuala Lumpur yang bisa segera dihubungi," demikian isi poin pertama pernyataan Kemenpora yang diperoleh INILAHCOM, Jumat (22/11/2019) pagi.

"Namun demikian, sebelum menghubungi KBRI di Kuala Lumpur, pihak Kemenpora berusaha secara internal memastikan apakah konten yang dimaksud adalah hoax atau bukan, dan ternyata informasi yang dimaksud adalah bukan hoax. Konfirmasi ini penting untuk memudahkan memberikan penjelasan lengkap kepada publik."

"Pihak pertama yang Kemenpora hubungi adalah Sdr. Yusron B. Ambary selaku Kepala Fungsi Konsuler KBRI di Kuala Lumpur dan yang kedua adalah Sdr. Agung Sumirat selaku Koordinasi Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI di Kuala Lumpur."

"Dalam penjelasannya, Yusron mengatakan, bahwa sehari sebelum pertandingan ada salah satu korban pengeroyokan yang bernama Sdr. Fuad menyambangi KBRI. Dari laporan yang diterima Yusron, korban mengaku bahwa paspornya diambil paksa oleh oknum suporter Malaysia. Dan selanjutnya, sesuai dengan fungsi pelayanannya, KBRI menerbitkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor), yang berfungsi sebagai surat keterangan kepada pihak imigrasi di Kuala Lumpur. KBRI kemudian berasumsi, bahwa Sdr, Fuad akan kembali ke KBRI setelah berurusan dengan pihak imigrasi setempat, namun ternyata sudah kembali ke Indonesia."

Kemenpora membantah ada suporter Indonesia yang meregang nyawa usai ditusuk dalam insiden pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum fans Casual Malaya. Atas insiden tersebut, Kemenpora akan melayangkan Surat Resmi Nota Keberatan kepada Pemerintah Malaysia. Selain itu, Kemenpora juga meminta PSSI untuk berkomunikasi dengan Federasi Sepak bola Malaysia (FAM) untuk meminta klarifikasi mengenai insiden tersebut.

"Sedangkan mengenai isu adanya laporan lain tentang salah satu suporter Indonesia yang mengalami tusukan hingga meninggal dunia, maka hal tersebut dibantah oleh Yusron, karena sepengetahuannya itu tidak benar sampai meninggal dunia. Namun demikian, diakuinya, bahwasanya memang ada tusukan, tetapi korban berhasil mencegahnya dan mengenai tangannya lalu mengalami sobekan."

"Pada tanggal 22 November 2019, Kemenpora akan menyampaikan surat kekecewaan kepada Kementerian Sukan dan Belia Malaysia, yang ditembuskan kepada Kementerian Luar Negeri RI dan Pengurus PSSI. Inti surat tersebut pada intinya akan menyebutkan: 1. Kekecewaan Kemenpora terhadap insiden-insiden tersebut, karena sehari setelah insiden supporter Indonesia di Stadion GBK saat pertandingan Timnas Indonesia versus Malaysia tanggal 5 September 2019, Menpora Imam Nahrawi sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Sukan dan Belia Malaysia Syed Saddiq secara langsung pada tanggal 6 September 2019 pagi di suatu hotel di Jakarta," lanjut isi pernyataan.

Komentar

x