Find and Follow Us

Kamis, 30 Januari 2020 | 00:49 WIB

PSSI Ingin Penggunaan VAR Direalisasikan di 2021

Oleh : Reza Adi Surya | Jumat, 29 November 2019 | 08:08 WIB
PSSI Ingin Penggunaan VAR Direalisasikan di 2021
(Foto: PSSI)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PSSI menggelar pertemuan dengan IFAB di Jakarta, Kamis (28/11/2019). PSSI ingin penggunaan VAR direalisasikan pada 2021.

Dalam pertemuan ini, PSSI diwakili Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria yang didampingi Kepala Departemen Perwasitan, Efraim Ferdinand. Sementara Wakil IFAB yang hadir, yakni Mr. David Elleray, Technical Director IFAB. IFAB merupakan badan yang memiliki otorisasi penerapan VAR dalam Law of The Game.

"Sesuai arahan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang saat ini sedang berada di Manila mendampingi team Garuda di Sea Games 30th 2019, implementasi VAR harus terus dimatangkan. Hari ini kita mengadakan pertemuan dengan IFAB untuk membahas prosedur dan kebijakan penerapan VAR," ujar Tisha, di laman resmi PSSI.

"Jadi dalam implementasi VAR persetujuan akan dari IFAB. Selanjutnya FIFA hanya akan menyetujui begitu IFAB memberikan lampu hijau," tambahnya.

Setelah meeting ini akan ada kick off meeting dengan FIFA, IFAB dan PSSI mengenai teknis dan pathway implementasi VAR di 2021. Persiapan akan dimulai dari training SDM, penerapan teknologi, survey stadion, sampai time plan menuju 2021.

Dalam tahapan implementasi VAR, maka PSSI akan melewati enam tahapan besar yakni, perencanaan, persiapan, offline, line (non competition), persetujuan dan live competition. Sebelumnya, pada bulan Juli lalu, PSSI juga telah berkunjung ke Thailand dan dibantu Federasi Sepak bola Thailand (FAT) untuk mengobservasi semua hal terkait implementasi VAR di Thai League 1.

Metode Video Assistant Referee (VAR) merupakan metode baru yang pertama kali diimplemantasikan FIFA pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Dalam penerapannya, tidak semua pelanggaran memerlukan bantuan VAR. Kalau wasit merasa pelanggaran yang terjadi sudah dianggap jelas dan yakin dengan keputusan yang diambilnya, VAR tidak diperlukan lagi.

VAR digunakan manakala wasit merasa ada kejanggalan dalam pengambilan keputusannya. Wasit kemudian berkomunikasi melalui sistem cek ke VAR. Setelah itu baru ditampilkan tayangan ulang VAR. Bukan permintaan pemain atau tim, tapi langsung keputusan wasit. VAR - minimum interference maximum impact, dan tidak untuk referring the game.

Komentar

x